Akurat
Pemprov Sumsel

Kritik Konstruktif Dino Patti Djalal untuk Menlu Sugiono: Kami Tidak Ingin Anda Dapat Predikat Silent Minister

Atikah Umiyani | 21 Desember 2025, 20:42 WIB
Kritik Konstruktif Dino Patti Djalal untuk Menlu Sugiono: Kami Tidak Ingin Anda Dapat Predikat Silent Minister

AKURAT.CO Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyampaikan kritik konstruktif terhadap Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, yang dinilainya kurang aktif dan responsif.

Sebagai sosok yang sudah berkecimpung 40 tahun lebih dalam dunia diplomasi, Dino meminta Sugiono lebih banyak meluangkan waktu memimpin Kementerian Luar Negeri.

"Idealnya, Menlu Sugiono bisa full time mengurus Kemlu tapi minimal 50 persen. Dan kalau bisa 80 persen alhamdulillah," ujar Dino melalui pernyataan video yang diunggah dalam akun Instagram @dinopattidjalal, Minggu (21/12/2025).

Bukan tanpa alasan, Dino mengungkap, saat ini banyak KBRI yang tidak mendapatkan arahan dari pusat. Bahkan banyak rapat koordinasi para duta besar yang tertunda hampir setahun.

Baca Juga: Menlu Sugiono Dorong Kerja Sama Konkret dari Kemitraan Strategis ASEAN–Uni Eropa

"Dan ketika terjadi pun malah kepala perwakilan tidak banyak mendapat strategic direction. Banyak diplomat yang kinerjanya drop karena anggaran dipotong drastis. Dan banyak diplomat yang mengalami demoralisasi dan merasa tidak terdorong untuk berinisiatif karena merasa tidak akan direspon dari atas," bebernya.

Bukan hanya itu, Dino menyebut banyak duta besar RI yang masih mengalami kesulitan menemui Menlu Sugiono ketika mereka sedang bewada di Tanah Air.

"Dan resikonya banyak kesempatan di tingkat tinggi yang tidak akan ada follow up-nya, atau tidak ter-follow up dengan baik. Dan juga ada resiko hubungan bilateral Indonesia dengan negara sahabat menjadi tidak berimbang dan lebih banyak dikendarai oleh mitra kita," jelasnya.

Dalam satu tahun terakhir, Dino menilai bahwa Menlu Sugiono minim sekali dalam memberikan policy speech maupun wawancara khusus dengan media baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca Juga: Menlu Sugiono Desak Kejelasan Mandat PBB untuk Misi Perdamaian di Gaza

"Dan dalam satu tahun terakhir, jarang sekali ada penjelasan publik dari Menlu mengenai langkah-langkah politik luar negeri Indonesia. Selain pidato awal tahun yang telah menjadi tradisi kementerian luar negeri, kami tidak ingin melihat Menlu Sugiono mendapat predikat sebagai silent minister," katanya.

Dino juga menyoroti pola komunikasi Menlu Sugiono yang secara dominan dilakukan melalui media sosial Instagram yang penuh dengan foto dan video tapi tidak disertai keterangan suara.

Selain juga dia menilai bahwa Menlu Sugiono semakin menjauh dan semakin menutup pintu kepada publik untuk urusan hubungan internasional.

"Kami ingin agar Menlu Sugiono dapat berubah dari Menlu yang absen menjadi Menlu yang hadir dalam urusan hubungan internasional di dalam negeri," ujarnya.

Baca Juga: Menlu Sugiono Dorong Kerja Sama Digital yang Inklusif Lewat Forum APEC di Korsel

Dino berharap, dalam empat tahun ke depan, Menlu Sugiono bisa memperbaiki pola komunikasi kepada masyarakat di dalam maupun luar negeri. Salah satunya melalui pidato publik.

"Karena itulah tugas utama seorang Menlu. Kalau ini tetap tidak dilakukan, maka Menlu dan Kemlu akan kehilangan wibawa dan kredibilitas akan dianggap remeh. Karena dalam dunia diplomasi ini, yang paling unggul adalah mereka yang paling vokal dan persuasif," jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK