Dana Desa Dialokasikan Bantu Bangun Rumah Warga Terdampak Bencana Sumatera

AKURAT.CO Alokasi Dana Desa di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bakal difokuskan untuk membangun rumah atau hunian.
Demikian dikatakan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, dalam Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (27/1/2026).
Dia menjelaskan, fokus Dana Desa tersebut khusus untuk mempercepat agar masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan hunian. Saat ini baru terbangun 20.000 hunian dari total kebutuhan mencapai 53.000 unit lebih.
Menurut Yandri, hal itu sesuai peran Kemendes dan PDT dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, berdasarkan Keppres Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Yang mana, Kemendes dan PDT menjadi anggota satuan tugas bidang pemukiman di bawah koordinasi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan tugas melaksanakan perbaikan dan atau pembangunan hunian terdampak bencana.
"Jadi, ini semua kami lakukan untuk mempercepat rumah-rumah yang terdampak banjir. Baik yang hilang maupun rusak ringan dan rusak berat itu bisa dibantu dari alokasi Dana Desa, alokasi dana banprov dan lain sebagainya," katanya.
Baca Juga: Kades Curhat ke DPD RI: Desak Terbitnya PP hingga Protes Pemotongan Dana Desa
Yandri mencatat jumlah desa terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebanyak 4.491 desa. Dengan rincian di Aceh 3.139 desa, Sumatera Utara 893 desa, dan Sumatera Barat 459 desa.
Untuk jumlah desa yang hilang, per 12 Januari 2026, ada sebanyak 29. Dengan rincian 21 desa di Aceh dan 8 desa di Sumatera Utara. Sedangkan di Sumatera Barat tidak ada desa yang hilang.
"Desa ini benar-benar hilang atau ada yang jadi sungai, ada yang tertimbun lumpur. Jadi, desanya sudah tidak ada, termasuk bangunannya dan sarana prasarana sudah tidak ada sama sekali," ujar Yandri.
"Jadi, desanya benar-benar hilang tapi penduduknya termasuk kepala desanya dan perangkatnya yang ada tetap mengungsi. Jadi, ini mungkin PR (pekerjaan rumah) yang terberat di kami," sambungnya.
Untuk itu, Kemendes terus melakukan langkah-langkah konkret dalam penanganan desa yang wilayahnya hilang akibat bencana alam.
Kemendes akan mengoptimalkan koordinasi dan kolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait sesuai Keppres Nomor 1 Tahun 2026.
Selain juga melakukan pemetaan dan pemutakhiran data desa-desa yang hilang, melakukan penyusunan perencanaan pemulihan desa-desa yang hilang. Kemudian melakukan rekonstruksi sarana dan prasarana dasar, hingga pemulihan ekonomi dan mata pencaharian masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







