Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Hampir Rampung, Sisa Jalur Takengon–Gayo Lues

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan progres signifikan dalam pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan berdasarkan pembaruan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), jalur lintas Timur dan lintas Barat kini sudah tidak lagi mengalami hambatan.
Akses utama Banda Aceh-Medan, Banda Aceh-Nagan Raya, hingga jalur menuju wilayah tengah Aceh telah kembali berfungsi.
Baca Juga: Hendri Satrio: Penanganan Bencana Sumatera Jadi Blueprint Baru Komunikasi Pemerintah
"Lintas timur sudah selesai, lintas barat sudah selesai, dari timur ke tengah sudah selesai, dan dari barat ke tengah juga sudah selesai. Artinya jalur-jalur utama sudah bisa dilewati," ujar Abdul Muhari, Selasa (30/12/2025).
Dia menjelaskan, sejumlah ruas jalan yang sebelumnya terputus kini telah dilengkapi dengan jembatan darurat maupun jalur alternatif.
Jalur Bener Meriah-Lhokseumawe via kawasan KKA serta Bener Meriah-Bireuen, yang sempat terdampak kerusakan enam jembatan, saat ini sudah dapat dilalui meski perbaikan jembatan utama masih berlangsung.
Satu-satunya ruas yang masih dalam proses pemulihan lebih panjang berada di jalur Takengon-Gayo Lues. Menurut Abdul Muhari, jalur tersebut mengalami longsoran cukup dalam di beberapa titik sehingga membutuhkan waktu penanganan lebih lama.
"Target penyelesaiannya pada 20 Januari 2026," katanya. Secara rinci, BNPB mencatat pemulihan titik banjir telah mencapai 100 persen. Sementara itu, badan jalan putus telah tertangani 85 persen, longsoran sebagian jalan putus 86 persen, dan longsoran tebing 96 persen.
Dari total 360 titik longsoran, sebanyak 335 titik atau sekitar 93,06 persen telah ditangani secara fungsional, baik melalui jalur eksisting maupun alternatif. Adapun dari total 38 ruas jalan terdampak bencana, sebanyak 34 ruas atau 89,4 persen telah berhasil dipulihkan.
"Ini merupakan progres yang cukup signifikan dalam proses pemulihan infrastruktur pascabencana," ujarnya.
Selain pemulihan jalan dan jembatan, BNPB bersama kementerian dan pemerintah daerah juga terus mempercepat pembersihan serta normalisasi sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah banjir susulan, mengingat sedimentasi dan perubahan alur sungai pascabencana telah menurunkan daya tampung air di sejumlah wilayah.
"Beberapa hujan dengan intensitas yang seharusnya tidak menimbulkan banjir, kini berpotensi meluap karena kondisi sungai yang berubah. Karena itu normalisasi sungai terus kami kebut," pungkas Abdul Muhari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







