Punya 120 Drone, Basarnas Dorong Penguatan Teknologi SAR Lebih Canggih

AKURAT.CO Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memiliki 120 unit drone yang tersebar di hampir seluruh kantor SAR.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan, drone yang dimiliki mayoritas merupakan jenis drone thermal yang masih efektif dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Saat ini hampir semua kantor SAR telah dilengkapi drone thermal untuk melakukan pencarian dalam mendeteksi keberadaan korban yang masih hidup, serta melakukan foto dan assement melalui udara dalam skala terbatas.
"Karena drone yang kita punya saat ini sifatnya adalah drone thermal yang sangat efektif pada saat digunakan untuk pencarian korban yang masih hidup. Begitu juga bisa digunakan untuk foto udara atau assessment melalui udara tapi dalam skala area yang terbatas," jelasnya, saat berbincang dengan Akurat.co, Jumat (30/1/2026).
Basarnas sendiri memiliki 45 kantor SAR, didukung 90 pos SAR serta sekitar 70 unit siaga yang telah dibentuk. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu menjangkau seluruh Indonesia secara optimal.
Dengan luas wilayah Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau, 5.000 di antaranya berpenghuni, diharapkan kantor Basarnas dapat hadir di setiap kabupaten.
Syafii berharap setiap tahun dapat menambah satu kantor SAR dengan sarana dan prasarana yang memadai. Meski sulit diwujudkan dalam waktu singkat.
Baca Juga: Basarnas Terjunkan 250 Personel Evakuasi Longsor di Bandung Barat
"Andai saja satu kantor SAR dibangun, nambah satu berarti. Kalau normatif kita butuh 400 tahun lebih karena jumlah kabupaten lebih dari 500 kabupaten/kota," ujarnya.
Drone thermal yang selama ini dimiliki Basarnas tetap menjadi perangkat efektif sesuai dengan kemampuan dan peruntukannya.
Syafii mencontohkan salah satu pemanfaatannya adalah saat kejadian ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al-Ghazini, di mana drone thermal berhasil mendeteksi panas tubuh yang mengindikasikan bahwa korban masih hidup.
"Contoh waktu kejadian di Pondok Pesantren Al-Ghazini, drone kita operasikan dan mampu mendeteksi bahwa di dalam itu ada suhu tubuh atau panas tubuh yang memungkinkan bahwa manusia masih dalam kondisi hidup,” tuturnya.
Diharapkan ke depan Basarnas dapat memiliki drone dengan kekuatan dan kemampuan yang lebih canggih. Selain untuk pencarian, drone tersebut diharapkan mampu mendukung evakuasi, bahkan memiliki kemampuan seperti helikopter.
"Kita ingin dengan perkembangan teknologi saat ini, ada drone-drone yang memiliki kemampuan lebih. Bahkan sampai evakuasi," ujar Syafii.
Dengan keterbatasan armada pesawat menjadi faktor perlunya penguatan drone yang memiliki kemampuan tinggi sebagai kebutuhan saat ini.
Baca Juga: Basarnas Hadapi Ketidakpastian Anggaran Operasi SAR
"Contoh pada saat bencana Sumatera kemarin, lima helikopter Basarnas yang kita operasikan tidak sebanding dengan kebutuhan operasi," kata Syafii.
"Andai saja kita memiliki drone yang memiliki kemampuan seperti pesawat helikopter, tentunya ini akan sangat membantu. Dan saya rasa harga drone juga tidak semahal dari pesawat helikopter yang ada saat ini," jelasnya menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








