Roehana Koeddoes Kiblat Jurnalis Perempuan Indonesia untuk Lebih Produktif dan Inspiratif

AKURAT.CO Sosok Roehana Koeddoes merupakan jurnalis perempuan pertama di Indonesia yang mampu menggebrak dan melawan tradisi.
Dia menyuarakan suara perempuan melalui pena surat kabar Soenting Melajoe yang didirikan tahun 1912.
Dalam film biografi Roehana Koeddoes yang diputar menyambut Hari pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026 mendatang, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) mengadakan diskusi bertajuk "3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional dan Pelopor Jurnalis Perempuan Indonesia" di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Roehana Koeddoes merupakan pahlawan nasional yang menjadi simbol perjuangan jurnalis perempuan yang berani serta memiliki dedikasi, bukan hanya pandai menulis dan menjadi pemimpin redaksi Soenting Melajoe.
Ia juga menjadi pengajar baca dan menulis anak-anak perempuan pada masa itu untuk mewujudkan emansipasi perempuan di Koto Gadang, Sumatera Barat. Serta mendirikan Amai Setia sebagai wadah para perempuan sekitar agar lebih produktif dan mampu menciptakan karya dan penghasilan.
"Peran Roehana Koeddoes dinilai tepat menjadi inspirasi bagi jurnalis perempuan menjelang HPN 2026 mendatang," kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Baca Juga: Program MBG Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan
Ia mengaku tidak dapat membayangkan bagaimana Roehana Koeddoes mendapat banyak tekanan, tantangan dan permasalahan pada masa itu dalam menyuarakan aspirasi perempuan.
Meutya, yang juga jurnalis perempuan, sebelum masuk dalam Kabinet Merah Putih, menceritakan pengalamannya meliput ke wilayah dan negara konflik.
"Ketika saya dikirim ke Aceh, misalnya, waktu Darurat Militer di Aceh tahun 2023 itu di kantor heboh. Juga saat saya dikirim ke Irak. Kok perempuan yang dikirim ke daerah konflik," katanya.
"Pas saya disandera di Irak, ramai juga, ya kan perempuan. Memang kenapa perempuan," tambahnya.
Meutya menjelaskan, saat ini baru 25 persen jumlah jurnalis perempuan di Indonesia atau sekitar 62.500.
Maka ke depan masih menjadi pekerjaan rumah untuk memberikan ruang informasi bagi karya jurnalistik para perempuan.
Dengan digitalisasi yang memberikan banyak ruang bagi perempuan seyogyanya dapat dimanfaatkan dan peluang untuk dapat lebih maju dan berkembang.
Baca Juga: Sari Yuliati Jadi Wakil Ketua DPR, Bahlil: Golkar Beri Ruang Nyata untuk Perempuan
"Sama seperti Roehana Koeddoes yang memanfaatkan pada saat itu surat kabar Soenting Melajoe. Yang saat itu saya rasa mendirikannya pun tidak mudah," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Khairiah Lubis mengatakan, sosok Roehana Koeddoes merupakan inspirator untuk jurnalis perempuan dalam memperjuangkan emansipasi dalam bekerja.
Semangat yang diberikan Roehana Koeddoes juga menjadi spirit untuk membangkitkan kembali peran perempuan di posisi strategis.
"Bukan hanya melanjutkan tapi ini supaya kita tidak mulai dari nol karena telah banyak perjuangan yang dilakukan Roehana Koeddoes untuk mendapatkan kesetaraan di masa itu," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





