Seporsi MBG Ciptakan Ketenangan dan Perubahan bagi Siswa SLB di Sumba

AKURAT.CO Program makan bergizi gratis (MBG) berhasil menciptakan ketenangan sekaligus perubahan bagi peserta didik di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Laura, Sumba Barat Daya, NTT.
Anak-anak grahita, terutama Down Syndrome, yang dulu sering uring-uringan kini lebih mampu mengendalikan diri. Mereka bertahan hingga pelajaran selesai dan tidak lagi mudah kehilangan fokus sejak hadirnya MBG.
"Kadang-kadang mereka ini kan mood-nya suka berubah-ubah. Kalau sebelum terima MBG itu, baru jam-jam tertentu mood-nya sudah berubah," ujar Kepala SLB Negeri Laura, Maria Dolorosa Mada saat ditemui, dikutip Selasa (17/2/2026).
Baca Juga: Investasi Jangka Panjang, Program MBG Bantu Persiapkan Generasi Emas 2045
Sekolah ini memiliki 68 siswa, meski yang terdata resmi di Dapodik baru 59 siswa. Selebihnya masih terkendala administrasi, kartu keluarga bermasalah atau data yang masih tercatat di sekolah lain.
Sejak 2025, sekolah ini juga membuka kelas jauh di Kodi Utara untuk melayani tiga desa yang jaraknya terlalu jauh jika harus datang ke sekolah induk.
SLB Negeri Laura melayani berbagai kelas ketunaan: tuna rungu wicara, tuna daksa, autis, grahita, termasuk Down Syndrome dan kelas lambat belajar, serta kelas tuna netra meski belum memiliki siswa. Sekitar 40 anak tinggal di asrama, walau jumlahnya tidak selalu penuh setiap hari.
Mayoritas siswa berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Hampir 90 persen orang tua hidup dalam keterbatasan. Bahkan, ada yang harus menjual tiga kilogram jagung hanya untuk ongkos ojek mengantar anak kembali ke sekolah.
Guru-guru pun kerap menjemput dan mengantar siswa. Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pengasuhan.
Asrama memang gratis. Namun kebutuhan di dalamnya tidak sederhana: makan minum, pakaian, sabun, odol, kebutuhan pribadi, hingga peralatan masak dan makan harus dipenuhi dari dana terbatas dan bantuan donatur yang tidak rutin.
Baca Juga: MBG Adalah Penambah Bukan Pengurang, Tidak Ada Anggaran Pendidikan yang Hilang
"Ya mereka makan sehari tiga kali, tetapi lauk yang seadanya dan porsinya terbatas," kata Maria.
Keterbatasan asupan itulah yang selama ini memengaruhi energi dan emosi anak-anak, khususnya siswa Down Syndrome. Ketika tubuh tidak cukup kuat, suasana hati lebih mudah runtuh. Gelisah datang lebih cepat dari jam pulang.
Sekitar tiga minggu terakhir, sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir, perubahan mulai terasa. "Setelah menerima MBG mereka lebih bersemangat. Mereka lebih bisa bertahan ada dalam kelas," ujar Maria.
Anak-anak lebih antusias datang ke sekolah. Ledakan emosi berkurang. Waktu duduk di bangku belajar bertambah. Wajah-wajah kecil itu terlihat lebih cerah. "Setelah ada MBG ini mukanya cerah sekali anak-anak saya," katanya.
Bagi siswa asrama, dampaknya juga nyata. Dengan makan siang yang sudah terpenuhi, beban konsumsi harian menjadi lebih ringan. "Makannya itu boleh dibilang kalau di asrama mereka akhirnya cuma makannya malam. Karena memang sangat terbantu dengan MBG ini," jelasnya.
Maria, yang berlatar belakang sarjana guru kimia, mengaku awal memimpin sekolah ini pada 2019 penuh tantangan. Namun perlahan duka itu bisa berubah menjadi suka.
Kini dia menyaksikan sendiri bagaimana seporsi makan siang bergizi mampu mengubah lebih dari sekadar rasa kenyang. Dirinya menenangkan, menstabilkan, dan memberi ruang bagi anak-anak difabel Sumba, terutama Down Syndrome, untuk belajar dengan lebih utuh, dan tersenyum lebih lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







