Timur Tengah Memanas, Menko PM: Presiden Prabowo Beri Perhatian Penuh pada Pekerja Migran Indonesia

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian penuh kepada pekerja migran Indonesia yang berada di Timur Tengah.
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut Presiden Prabowo turun langsung dalam memetakan pekerja migran Indonesia di Kawasan Timur Tengah, khususnya yang terimbas konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
"PMI di Timur Tengah terus dipantau, bahkan Presiden turun tangan sendiri kemarin menginventarisir berapa warga negara kita di Timur Tengah," katanya, dalam wawancara media di Kawasan GBK Jakarta, Minggu (8/3/2026) malam.
Muhaimin memastikan bahwa jajarannya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam menyiapkan langkah-langkah antisipatif jika keadaan Timur Tengah semakin memburuk.
"Kemudian Deputi Satu, Pak Leon, juga terus koordinasi dengan Kemenlu dan P2MI untuk mencari informasi sekaligus alternatif-alternatif apabila krisis terjadi," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Gelar Lima Rapat di Hambalang, Bahas Pendidikan hingga Kesiapan Mudik Lebaran
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI sudah menyusun langkah evakuasi bagi WNI di Iran pascameletusnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa sebanyak 32 WNI dijadwalkan siap dievakuasi pada tahap pertama. Proses evakuasi akan dilakukan melalui wilayah Azerbaijan.
"Evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini dan tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan," katanya, Sabtu (7/3/2026).
Sebagaimana diinformasikan bahwa proses evakuasi dari Teheran menuju Baku dapat memakan waktu sepuluh jam. Setelah di Azerbaijan, para WNI akan melanjutkan perjalanan dengan penerbangan menuju Jakarta.
Heni memastikan bahwa proses evakuasi disusun dengan mencermati perkembangan situasi keamanan, termasuk penentuan jalur yang paling tepat dan aman.
“Untuk jalur-jalur evakuasi akan dilihat sesuai kondisi di lapangan, dan ini akan ditentukan oleh rekan-rekan di KBRI Teheran dan KBRI Baku, Azerbaijan,” ucapnya.
Setelah tahap pertama, rencana evakuasi akan diputuskan kemudian oleh pemerintah RI setelah mengkaji pertimbangan keamanan terkini dan memerhatikan masukan dari KBRI Teheran.
Selain itu, KBRI juga terus berkomunikasi dengan para WNI guna memastikan keselamatan, khususnya yang berada di Teheran, baik yang menetap maupun yang sedang berkunjung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








