BPIP Apresiasi Pemkab Banyumas Punya Perda Pendidikan Pancasila demi Wujudkan Generasi Emas 2045

AKURAT.CO Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang telah membentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Pancasila.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, saat menjadi keynote speaker Pembinaan Ideologi Pancasila di Kampus Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kamis (12/3/2026).
Ia menegaskan upaya tersebut sangat baik untuk mewujudkan pembangunan karakter anak-anak Bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"Bentuk ini merupakan upaya kita bersama dalam membentuk karakter anak-anak muda generasi penerus bangsa", ujar Prof. Yudian.
Ia juga menjelaskan BPIP dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila untuk tingkat Sekolah Dasar sampai Tingkat Atas.
Baca Juga: BPIP Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan di Era Digital
"Sementara ini kami telah menerbitkan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila sementara sampai tingkat pendidikan atas," ujarnya.
Prof. Yudian juga memaparkan pentingnya peran pemuda dalam merawat dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap dengan adanya Peraturan Daerah tersebut dapat menjadi dasar hukum mengimplementasikan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila kepada seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Banyumas.
"Saya berharap dengan adanya Perda ini dapat menjadi dasar diberlakukannya BTU di setiap sekolah," kata Prof. Yudian.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik, Eko Heru Surono, mengucapkan terima kasih kepada BPIP dan berharap BPIP terus mendukung Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam memperkokoh ideologi Pancasila.
Baca Juga: Aktif Kembangkan Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP Diganjar Dua Penghargaan dari Kementerian Hukum
"Kami ucapkan terima kasih kepada BPIP yang terus mendukung program dan kegiatan untuk masyarakat Banyumas," ucapnya.
Dirinya mengaku nilai-nilai Pancasila sangat penting bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda generasi penerus bangsa.
"Pancasila dilahirkan untuk mengatur pemerintah dan kita semua dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor I Universitas Jenderal Soedirman, Noor Farid. Ia menegaskan bahwa pihak kampus sangat serius dalam memperkokoh nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa.
"Dengan melalui mata kuliah dan program kampus kami berkomitmen terus memperkokoh nilai-nilai Pancasila," ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi Pemkab Banyumas yang sudah membuat Perda Pendidikan Pancasila.
"Semoga ini menjadi percontohan Daerah lain untuk membentuk karakter Pancasila bagi generasi muda melalui pendidikan," harapnya.
Direktur Sosialisasi Komunikasi BPIP, Agus Mohammad Najib, berharap kegiatan dalam rangka memperkokoh Ideologi Pancasila dapat terus berjalan secara terus menerus.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada pihak kampus dan pemerintah sambutannya. Semoga gotong royong ini terus berjalan terus menerus," katanya.
Agus melaporkan pembinaan ideologi Pancasila ini diikuti 500 peserta dari civitas akademika Universitas Jenderal Soedirman dengan harapan dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Kepala BPIP: Festival Benteng Victoria Jadi Ruang Pembumian Nilai-nilai Pancasila
"Kami mengajak kepada mahasiswa untuk terus memahami dan mempelajari sejarah Pancasila secara utuh," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







