Akurat Logo

Di Tengah Konflik Global, Pancasila Relevan sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Putri Dinda Permata Sari | 31 Mei 2026, 12:27 WIB
Di Tengah Konflik Global, Pancasila Relevan sebagai Fondasi Perdamaian Dunia
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie.

AKURAT.CO Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 memiliki makna strategis bagi masa depan Indonesia dan peradaban dunia.

Tema nasional Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia menegaskan posisi Pancasila sebagai nilai hidup yang terus relevan dalam menjawab tantangan global berupa konflik kemanusiaan, krisis moral, disrupsi teknologi, krisis ekologis, hingga polarisasi sosial-politik global.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie, mengatakan Indonesia merupakan contoh nyata bangsa besar yang mampu merawat keberagaman dalam satu ikatan kebangsaan.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 2026 Angkat Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia

"Dengan ribuan pulau, ratusan etnik, bahasa, dan tradisi keagamaan, Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan dapat tumbuh menjadi energi persatuan, kerja sama, dan solidaritas kebangsaan. Dalam konteks itu, Pancasila menjadi etika publik dan fondasi moral dalam membangun kehidupan bersama yang damai, adil, dan bermartabat," kata Tholabi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/5/2026).

Dia memandang bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi universal di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan geopolitik, perang berkepanjangan, meningkatnya intoleransi, serta menguatnya fragmentasi sosial akibat arus informasi digital yang tidak terkendali.

Prinsip musyawarah, penghormatan terhadap kemanusiaan, dan keadilan sosial merupakan kontribusi penting Indonesia dalam memperkuat peradaban global yang lebih berkeadaban.

"Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak cukup dipahami sebagai agenda seremonial tahunan, tapi menjadi momentum refleksi kebangsaan untuk memperkuat komitmen terhadap persatuan, kemanusiaan, dan tanggung jawab global," tuturnya.

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, media sosial, dan budaya digital yang bergerak sangat cepat, Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral bangsa.

Teknologi membutuhkan arah etik agar kemajuan digital tetap berpihak pada nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penguatan solidaritas sosial.

Baca Juga: Long Weekend Hari Pancasila, Penumpang Whoosh Ditaksir Tembus 20 Ribu Orang

Di era keterbukaan informasi, tantangan terbesar generasi muda hari ini adalah kemampuan membangun kebijaksanaan, etika dialog, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

"Persatuan Indonesia pada era digital juga berarti membangun ruang publik yang sehat, menjunjung etika komunikasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai bentuk polarisasi yang dapat menggerus kohesi sosial bangsa," ujarnya.

Tholabi juga menilai bahwa Pancasila memiliki dimensi ekologis yang semakin penting di tengah ancaman perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.