Menag Tekankan Pembangunan Gedung MUI Jadi Bentuk Pemberdayaan Dana Umat

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan pemberdayaan dana umat bisa jadi pilihan untuk membangun fasilitas keagamaan, termasuk gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto tengah menggagas pembentukan lembaga pemberdayaan dana umat.
"Intinya itu Bapak Presiden menggagas lembaga pemberdayaan dana umat. Itu nanti akan mengorganisir semua pundi-pundi umat yang ada di Indonesia yang selama ini belum efektif," kata Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Sumber dana umat tersebut mencakup berbagai instrumen seperti wakaf, zakat, infak, sedekah, hibah, hingga skema ekonomi syariah seperti mudharabah dan musyarakah, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Baca Juga: Eks Menag Yaqut Disebut Tak Ada di Rutan KPK Sejak Kamis Malam
Bahkan, dia mengibaratkan potensi tersebut seperti 'raksasa yang tidur'. Jika seluruh potensi tersebut dapat diorganisasi dengan baik, maka nilainya akan sangat besar.
"Ada 27 pundi-pundi umat itu, kalau diorganize dengan baik itu luar biasa dana itu. Kalau itu mampu kita organize dengan baik, pajak mungkin lebih banyak kita manfaatkan untuk membangun infrastruktur," tambahnya.
Dia menambahkan, kebutuhan dasar masyarakat berpotensi dipenuhi dari dana umat, tidak hanya dalam Islam tetapi juga dari tradisi filantropi agama lain. Melalui pengelolaan yang profesional oleh lembaga keagamaan, diharapkan persoalan sosial dapat ditangani lebih efektif.
Baca Juga: Menag Ajak Masyarakat Bersyukur, Idulfitri di Indonesia Berlangsung Aman dan Kondusif
"Dari atas ada bantuan pemerintah, dari bawah ada kekuatan ekonomi umat. Kalau ini kita dengan baik, mungkin kemiskinan mutlak itu tidak ada di Indonesia," tegasnya.
Nasaruddin menyatakan, masterplan pembangunan masih dalam langkah selanjutnya. Dia pun meminta masyarakat untuk mendoakan agar pembangunannya dapat berjalan lancar.
"Insyaallah kita menunggu action selanjutnya. Mudah-mudahan secepatnya lebih baik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









