Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

AKURAT.CO Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.
Dalam hal ini, pemerintah menyerahkan langsung 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada masyarakat terdampak bencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut),
Melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, penyerahan huntap tersebut merupakan langkah cepat yang dilakukan pada masa transisi dari fase tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi, yang baru akan dimulai pada 1 April 2026 mendatang.
Tito mengatakan, huntap diberikan kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana. Pembangunan huntap di lokasi tersebut merupakan salah satu contoh skema komunal dengan dukungan dari pihak nonpemerintah, dalam hal ini Yayasan Buddha Tzu Chi.
Baca Juga: Proyeksi Pekan Depan: Dolar dan Minyak Menguat, Rupiah ke 17.100
Yayasan Buddha Tzu Chi berencana membangun 2.603 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).
"Nah, ini termasuk gotong royong tercepat, tercepat saya sampaikan ini. Paling cepat," kata Tito dikutip, Minggu (29/3/2026).
Ia mengungkapkan pembangunan huntap memiliki dua skema, yaitu in-situ dan komunal. Pada skema in-situ, masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi yang layak dan aman dengan dukungan dana sebesar Rp60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan dicairkan dalam dua tahap.
Selain membangun secara mandiri, masyarakat juga dapat menyerahkan proses pembangunan huntap tersebut kepada BNPB.
Sementara pada skema komunal, pembangunan huntap dilakukan dalam satu kawasan yang lahannya disediakan oleh pemerintah daerah (Pemda). Adapun proses pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PKP atau melalui gotong royong dengan kementerian maupun lembaga lain, termasuk pihak nonpemerintah.
Pada kesempatan itu, dirinya mengapresiasi kinerja Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu yang cepat menghimpun dan melaporkan data rumah rusak akibat bencana, baik yang rusak ringan, sedang, maupun berat, lengkap dengan nama dan alamat.
"Kecepatan ini penting agar penyaluran bantuan dapat segera dilakukan, termasuk dalam penyediaan huntap," ujarnya.
Bahkan, berkat data yang lengkap, masyarakat terdampak juga telah menerima berbagai bantuan seperti Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi yang rumahnya rusak berat tetapi tidak tinggal di hunian sementara (huntara), Bantuan Isian Hunian (BIH), hingga Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE).
“Ini semua karena datanya paling lengkap oleh Pak Bupati dari Pak Gus Irawan,” ujar Tito.
Ia berharap kecepatan pelaporan data tersebut diikuti oleh daerah terdampak bencana lainnya. Ia menegaskan, semakin cepat data tersebut diterima, semakin cepat pula Badan Pusat Statistik (BPS) memverifikasinya di lapangan.
“Makin cepat, maka BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bisa bergerak. Bang Ara Menteri PKP [bisa] segera akan bergerak juga,” jelasnya.
Baca Juga: Bazar Rakyat di Monas Dorong Perputaran Ekonomi UMKM Pascalebaran
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait juga memuji Bupati Tapsel dalam memilih lokasi pembangunan huntap. Ia menilai lokasi tersebut telah mendukung ekosistem keberlangsungan hidup warga karena pasar, sekolah, dan rumah sakit yang tidak jauh dari lokasi.
"Lokasi ini tepat sekali, Pak Gus Irawan Pasaribu yang memilih. Ekosistem lokasinya bagus sekali. Ini sudah sesuai arahan Presiden. Pak Prabowo bilang dalam mengambil keputusan harus mempermudah rakyat," tegasnya.
Foto: Satgas PRR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










