Akurat Logo

Hadiri Tri Suci Waisak, Menag Ajak Umat Redam Ego demi Kedamaian Dunia

Moehamad Dheny Permana | 31 Mei 2026, 17:04 WIB
Hadiri Tri Suci Waisak, Menag Ajak Umat Redam Ego demi Kedamaian Dunia
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, saat menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak di Wihara Ekayana Arama Indonesia.

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh umat beragama untuk mengendalikan ego demi mewujudkan kedamaian, baik dalam kehidupan pribadi maupun di tingkat global.

Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, berbagai konflik yang terjadi di dunia berakar dari ego yang tidak terkendali. Karena itu, nilai-nilai ajaran agama perlu dihayati sebagai sarana untuk meredam ego dan membangun keharmonisan.

Baca Juga: Libur Panjang Waisak, JTT Perkuat Pengawasan di Jalur Tol Utama Jawa

"Kalau kita berhasil menjinakkan ego kita, bukan saja persoalan pribadi dan keluarga yang selesai, tetapi juga persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan, bahkan dunia," ujar Nasaruddin.

Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama diikuti sekitar 9.500 umat Buddha dan 28 biksu serta biksuni Sangha Agung Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pindapata dan puja bakti Waisak.

Sementara itu, Bhante Nyana Gupta menegaskan bahwa Waisak bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk menghadirkan nilai-nilai Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita menekankan pentingnya cinta kasih sebagai salah satu aspek praktik umat Buddha yang dapat membawa perdamaian. Kehadiran Buddha hendaknya juga hadir dalam diri setiap orang," kata Bhante Nyana Gupta.

Baca Juga: Waisak Borobudur Jadi Mesin Ekonomi, Okupansi Hotel Melonjak

Dia menjelaskan, perayaan Waisak tahun ini berlangsung hampir selama satu bulan melalui berbagai kegiatan sosial dan spiritual, mulai dari aksi berbagi kepada masyarakat, pendalaman Dharma, hingga kegiatan bagi generasi muda.

Mengusung tema "Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia" dengan subtema "Waisak Ingatkan Kita Cara Melepas Ego", perayaan ini menjadi momentum memperkuat nilai kebajikan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.

"Kita terinspirasi oleh teman-teman Muslim, kita juga mempraktikkannya dalam satu bulan, ya. Dan kegiatan-kegiatan lain ya, sebagai pendalaman Dharma, ya. Kegiatan anak muda, ya, dan nanti akan ditutup khusus dengan Waisak untuk remaja, ya. Nah, seperti itu," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.