Peserta Latsarmil SPPI Meninggal Dunia, Dave Laksono Desak Pemerintah Evaluasi Total

AKURAT.CO Pemerintah diminta evaluasi pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah adanya tiga peserta meninggal dunia.
Menurut Anggota Komisi I DPR, Dave Laksono, evaluasi diperlukan untuk menyempurnakan program tanpa menghilangkan tujuan utamanya. Dia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta Latsarmil SPPI.
Dave menyatakan bahwa pemerintah harus melakukan perbaikan untuk dapat menyempurnakan program, agar dapat berjalan sesuai sasaran.
"Bilamana harus ada yang diperbaiki, ada yang diubah ya itu adalah masukan yang harus diterima untuk menyempurnakan program tersebut. Sehingga program yang dibuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini benar-benar bisa berjalan," ujarnya, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, pada dasarnya pelatihan SPPI merupakan pelatihan dasar. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, agar risiko yang tidak diinginkan dapat diminimalkan.
Maka, ke depan kondisi kesehatan peserta diharapkan dapat menjadi perhatian serius.
"Pelatihan ini kan pelatihan sangat basic, sangat dasar. Akan tetapi memang harus memang didesain untuk dilaksanakan kepada mereka yang memiliki kondisi fit tertentu. Jadi, hal itu harus menjadi masukan agar bisa terus diperbaiki hingga disempurnakan ke depannya," jelas Dave.
Komisi I akan terus memantau proses yang berlangsung, termasuk kemungkinan adanya perbaikan dalam pelaksanaan program.
"Kita memantau prosesnya bagaimana. Dan kalau dari sepengetahuan saya, proses rekrutmen kesehatan segala macam itu sudah dilalui," kata Dave.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita atas wafatnya peserta Program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 yang sedang mengikuti latsarmil di satuan pendidikan TNI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






