Tak Sekadar Kuliah di Australia, Aurel Punya Mimpi Besar Kembangkan Pengobatan Kanker untuk Indonesia

AKURAT.CO Seorang siswi SMA Pradita Dirgantara itu diterima di University of Queensland, Australia, pada jurusan Biochemistry and Molecular Biology melalui Program Beasiswa Garuda.
Sejak duduk di bangku SMP, Aurel sudah menyimpan satu mimpi besar yaitu menempuh pendidikan di luar negeri. Mimpi itu bukan sekadar untuk meraih gelar dari kampus ternama, melainkan menjadi bekal agar suatu hari nanti dia bisa pulang dan berkontribusi bagi Indonesia melalui penelitian di bidang kesehatan.
Di balik keberhasilannya, tersimpan kepedulian Aurel terhadap persoalan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia, terutama penyakit kanker.
Baca Juga: Beasiswa Garuda Antar Siswa Tangsel Kuliah di Kampus Teknologi Elite Korea
Ketertarikannya pada dunia sains membuatnya bercita-cita menjadi seorang peneliti yang mengembangkan pengobatan presisi, sebuah pendekatan medis yang disesuaikan dengan karakter genetik setiap pasien.
"Aku memikirkan setelah kuliah nanti aku ingin berkontribusi di bidang pengobatan atau zaman sekarang itu lebih ke pengembangan pengobatan presisi yang setiap orang itu unik, tergantung dengan genetik masing-masing orang dan aku ingin mengembangkan di bagian itu. Khususnya di penyakit kanker, karena penyakit kanker masih sangat marak terjadi di Indonesia," ujarnya usai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang 1 Tahun 2026, di Jakarta, dikutip Senin (13/7/2026).
Baginya, University of Queensland menjadi tempat yang tepat untuk mengasah kemampuan. Kampus tersebut memiliki fasilitas laboratorium yang modern, didukung para profesor yang ahli di bidang biokimia dan biologi molekuler.
Namun, di balik kebahagiaan itu, Aurel tak menampik bahwa biaya kuliah di luar negeri pernah menjadi tantangan besar. Karena itu, Beasiswa Garuda menjadi titik balik yang mengubah mimpinya menjadi kenyataan.
"Saya ingin mengeksplorasi diri dan meningkatkan skill dan wawasan saya sebaik-baiknya, supaya saya bisa membanggakan orang tua dan juga saya bisa berkontribusi di Indonesia. Jadi dengan beasiswa ini, saya sangat bersyukur karena saya bisa kuliah di luar negeri dengan bisa dibilang gratis," ucapnya.
Baca Juga: Berkat Beasiswa Garuda, Lovenia Jadi Generasi Pertama di Keluarga yang Lolos ke UC Berkeley
Aurel berharap, kesempatan yang diterimanya juga dapat dirasakan lebih banyak pelajar Indonesia. Menurutnya, masih banyak siswa berprestasi yang memiliki potensi besar, tetapi terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Baginya, perjalanan ke Australia bukanlah akhir dari sebuah mimpi. Justru dari laboratorium di negeri seberang, dia berharap dapat memulai langkah panjang untuk menemukan inovasi yang kelak bermanfaat bagi pasien kanker di Indonesia. Itulah mimpi yang sejak lama ia jaga. Belajar sejauh mungkin, lalu pulang untuk memberi arti bagi negeri.
"Program ini sangat-sangat membantu siswa-siswa di Indonesia yang mempunyai potensi, namun mungkin masih mempunyai keterbatasan untuk bisa kuliah di luar negeri. Tapi karena program ini, siswa-siswa yang berpotensi ini bisa mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan diri dengan kuliah di luar negeri dan kembali ke Indonesia untuk berkontribusi untuk masa depan Indonesia," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









