B50 dan Proyek LNG Abadi Masela Bukti Kebijakan Konkret Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

AKURAT.CO Peluncuran Biodiesel B50 dan peresmian groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela menunjukkan kuatnya political will Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam membangun fondasi kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat keberpihakan negara kepada kepentingan rakyat.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, kedua program menjadi bukti bahwa Presiden Prabowo tidak hanya berbicara mengenai kedaulatan energi. Namun, menghadirkan melalui kebijakan yang konkret.
Kedua kebijakan tersebut bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan representasi dari arah baru kebijakan energi nasional yang menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat atas sumber daya alamnya sendiri.
Baca Juga: Komisi XII DPR Pastikan Kawal Proyek LNG Abadi Masela agar Tak Lagi Mangkrak
"Ini adalah bentuk political will yang kuat untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus mengoptimalkan potensi energi nasional bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," kata Iwan dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, implementasi B50 akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Selain menekan impor solar dan memperkuat ketahanan energi, kebijakan tersebut juga meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta meningkatkan kesejahteraan jutaan petani sawit di berbagai daerah.
Di sisi lain, pembangunan Blok Masela dengan nilai investasi yang mencapai sekitar Rp355 triliun menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat pasokan energi nasional, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
"Blok Masela bukan hanya proyek migas. Ini adalah instrumen strategis untuk memperkuat keamanan energi, membuka lapangan kerja dalam jumlah besar, mendorong investasi jangka panjang, meningkatkan kapasitas industri nasional, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia," jelasnya.
Kedua agenda strategis tersebut memperlihatkan paradigma pembangunan Presiden Prabowo yang berorientasi pada kepentingan nasional (national interest), dengan menempatkan energi sebagai instrumen utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi, geopolitik, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, negara yang memiliki kemandirian energi akan memiliki ruang gerak yang jauh lebih kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun gejolak geopolitik internasional.
Baca Juga: Hampir Dua Dekade Diuji, B50 Terbukti Aman untuk Kendaraan
"Di tengah ketidakpastian global, perang dagang, serta fluktuasi harga energi dunia, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan strategis," ujarnya.
"Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pembangunan sektor energi harus menjadi prioritas nasional karena energi merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, ketahanan pangan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat," tambah Iwan.
IPR juga menilai keberhasilan agenda kemandirian energi tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









