MBG Disebut Pemborosan Anggaran, Prabowo: Tapi Ribuan Triliun yang Keluar dari RI Tiap Tahun Kenapa Tak Ada yang Protes?

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyuarakan kekecewaannya atas berbagai kritik yang menuding program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk pemborosan anggaran.
Dia menilai, tuduhan tersebut sangat tidak berdasar jika dibandingkan dengan kondisi nyata masyarakat di lapangan. Dia pun menyoroti pentingnya program sosial bagi kelompok rentan.
Prabowo menepis tuduhan bahwa program bantuan pangan untuk anak-anak hingga kelompok lansia merupakan tindakan yang menyia-nyiakan keuangan negara. Menurutnya, pemenuhan gizi masyarakat adalah tanggung jawab dasar pemerintah.
Baca Juga: BGN Akui Program MBG 2025 Belum Capai Target, Serapan Anggaran Baru 59 Persen
"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk anak-anak Indonesia untuk ibu-ibu hamil untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan," kata Prabowo, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dia pun mempertanyakan sikap para pengkritik dan pengamat yang justru bungkam terhadap dugaan kebocoran atau hilangnya potensi kekayaan negara, yang nilainya jauh lebih besar selama puluhan tahun.
"Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," tegasnya.
Presiden menggarisbawahi fakta bahwa angka gangguan pertumbuhan anak akibat gizi buruk di Indonesia masih tergolong tinggi. Kondisi minimnya asupan makanan saat jam sekolah juga menjadi perhatian serius pemerintah.
Baca Juga: Pengadaan Motor Listrik MBG Belum Diakui sebagai Aset, BGN Ungkap Alasannya
"Kita mau beri makan kepada anak anak yang jelas jelas minimal 1/4 anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan di sekolah, kita dituduh pemborosan," tutur Prabowo.
Dia pun menolak keras spekulasi yang menyebutkan bahwa kebijakan pemenuhan gizi nasional ini akan memicu krisis ekonomi dan mengganggu stabilitas keuangan negara.
"Kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan lemah, alasannya karena boros." pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







