Kesejahteraan Anak Harus Masuk Indikator Utama Keberhasilan Pembangunan Nasional

AKURAT.CO Peningkatan kualitas hidup anak harus menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan nasional. Sebab, kesejahteraan rakyat tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terpenuhinya hak-hak anak.
Dalam rangka Hari Anak Nasional 2026, Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan pembangunan yang berhasil harus tercermin dari kondisi anak-anak Indonesia yang sehat, terbebas dari stunting, memperoleh pendidikan berkualitas, serta hidup di lingkungan yang aman.
"Kami mendorong agar Pemerintah menjadikan peningkatan kualitas hidup anak sebagai salah satu ukuran utama dalam mengevaluasi keberhasilan kebijakan kesejahteraan masyarakat," kata Cucun dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Perlindungan Nyata bagi Anak, Khususnya Penyandang Disabilitas Harus Jadi Komitmen Bersama
Menurut Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat DPR itu, masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan, bullying, hingga kemiskinan dan minimnya akses layanan dasar.
Karena itu, kebijakan pemerintah, fungsi pengawasan DPR, serta peran seluruh elemen bangsa harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara terpadu.
Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026, 12 Aspirasi Anak Indonesia Siap Dikawal hingga Jadi Kebijakan
Pembangunan ekonomi, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan wilayah harus berjalan secara terintegrasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan keluarga dan anak.
Dia juga menegaskan DPR akan terus mengawal kebijakan dan penggunaan anggaran agar berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup anak Indonesia.
"Ketika setiap anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan mendapat gizi secara layak, belajar dengan baik, dan hidup dalam lingkungan yang aman serta jauh dari kekerasan dan bullying, maka sesungguhnya negara sedang membangun fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






