BGN Larang SPPG Masak MBG Pakai LPG 3 Kg hingga Beras SPHP: Beli Telur Harus Sesuai HET

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang menggunakan gas subsidi elpiji 3 kilo (gas melon), minyak kita, dan beras SPHP untuk memasak Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Tidak boleh ya! Tidak boleh masak untuk MBG memakai Minyak Kita, tidak boleh memakai gas melon 3 kilo, dan tidak boleh memakai beras-beras kita SPHP. Tidak boleh!” Tegas Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Jika nanti dalam praktik di lapangan ditemukan SPPG melakukan pelanggaran tersebut, maka media dan masyarakat dapat melaporkan hal tersebut.
Baca Juga: Belum Sepekan Menjabat, Sudaryono Suspend 833 SPPG dan Pecat Ratusan Pegawai BGN
Dia juga akan memberikan teguran sampai peringatan untuk dapat SPPG membenahi sistem yang harus dipatuhi. Namun, jika belum adanya pembenahan maka pihaknya tidak segan-segan untuk menutup dapur SPPG.
"Kalau ada, misalnya awak media menemukan di sosmed silakan dilaporkan, dapur mana menggunakan Minyak Kita, itu nanti kita akan beri surat. Bahkan kita beri teguran surat peringatan, kalau memang memang ngeyel bandel ya kita tutup dapur-nya ya. Tidak boleh memakai barang subsidi," jelasnya.
Sudaryono juga menyatakan bahwa setiap SPPG harus mengikuti harga eceran tertinggi (HET) setiap bahan pokok yang dipakai. Dia pun mencontohkan dengan harga telur yang tempo hari harganya di bawah HET.
"Termasuk misalnya kemarin harga telur turun ya, kamu kan biasa mangkal di Kementan ya, harga telur yang harusnya HAP-nya 25.000 di kandang, itu kemudian jatuh sampai 12.000-15.000 pernah tuh kemarin," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Minta Nanik Tetap Bantu BGN, Status Dewan Pengawas Masih Dikaji
"Maka juga kemudian si Kepala Dapur harus membeli telur bukan kemudian 12.000-15.000, harus membeli telur di harga acuan pemerintah, untuk supaya memastikan stabilisasi harga, peternak tidak dirugikan," tambah Sudaryono.
Dia menegaskan, dengan dapur SPPG membeli bahan-bahan pokok sesuai HET, maka diyakini dapat menstabilkan pasokan dengan harga level tertinggi serta diharapkan paran petani tidak mengalami kerugian.
"Saya ulangi, nanti kalau Anda ketemu harga telur lagi murah sekali kok dia beli telur sesuai dengan harga acuan pemerintah, itu adalah memang tujuan dari MBG ini untuk sebagai stabilisator pasokan dan stabilisator harga level paling bawah yang namanya flooring price supaya memastikan peternak petani itu kemudian tidak dirugikan gitu ya," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








