Prabowo Minta BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Kemarau dan El Nino, Jaga Ketersediaan Air dan Modifikasi Cuaca

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk melakukan sejumlah langkah menghadapi potensi dampak kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino. Termasuk upaya menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran hutan serta lahan.
Usai pertemuan, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat dukungan dalam menghadapi musim kemarau yang bertepatan dengan El Nino tahun ini.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan melalui upaya menjaga ketersediaan air di waduk serta operasi modifikasi cuaca.
"Jadi ada dua, yaitu terkait dengan ketersediaan air melalui waduk-waduk, pengisian waduk dengan modifikasi cuaca dan sebagainya. Juga dengan, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan dari lahan-lahan yang mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca," jelasnya.
Baca Juga: Pramono Minta BPBD Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Warga Diingatkan Waspadai Kebakaran
Faisal menyebut terdapat enam provinsi yang menjadi fokus utama pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Operasi akan digelar secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar.
"Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar. Termasuk kita melakukan di Kepulauan Riau juga untuk modifikasi cuaca, dan juga di Aceh, beberapa tempat secara situasional tergantung situasi dan kondisi," ujarnya.
Operasi modifikasi cuaca juga akan dimanfaatkan untuk membantu pengisian air sejumlah waduk di berbagai wilayah Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga, guna menjaga ketersediaan air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi, dan kebutuhan air bersih.
"Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, dan juga dengan swasta untuk pengisian waduk. Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih," jelas Faisal.
Ia menambahkan, kedua langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengedepankan upaya pencegahan terhadap kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: 10 Tips Menghemat Air Bersih Saat Musim Kemarau, Mudah Dilakukan agar Tidak Boros
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penyempurnaan dari penanganan yang sebelumnya lebih berfokus pada pemadaman setelah kebakaran terjadi.
"Tidak hanya kita menunggu adanya titik api kemudian kita padamkan dengan waterbombing kemudian dengan pemadam yang disemprot, dan sebagainya. Tapi ketika permukaan air tanahnya sudah menurun, itu dilakukan modifikasi cuaca yang dapat menjatuhkan jutaan kubik air, dan kemudian dapat menjenuhkan daerah tersebut. Sehingga sekarang kita lihat bahwa untuk kebakaran hutan dan lahan relatif lebih dapat dikendalikan dibanding sebelum 2015," Faisal memaparkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







