DPR Minta Anggaran Pendidikan Fokus Benahi Sekolah Rusak dan Kekurangan Guru

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, meminta pemerintah memprioritaskan anggaran pendidikan untuk membenahi berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan, mulai dari sekolah rusak, kekurangan guru, hingga ketimpangan akses pendidikan di daerah tertinggal.
Menurut Esti, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemisahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pendidikan harus menjadi momentum untuk mengembalikan fokus belanja pendidikan pada kebutuhan utama sektor tersebut.
"Belum lagi banyak akses atau infrastruktur pendidikan yang tidak dimiliki anak-anak. Setiap hari kita melihat berita ada anak-anak yang harus bertaruh nyawa karena ketiadaan jembatan atau akses jalan layak untuk ke sekolah," kata Esti dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu menilai kondisi pendidikan di sejumlah daerah masih memprihatinkan.
Ia menyoroti banyaknya gedung sekolah rusak yang belum mendapat penanganan serius, bahkan sebagian roboh hingga menimbulkan korban jiwa.
"Kita terus mendengar gedung sekolah roboh, bahkan beberapa ada korban jiwa anak-anak kita yang datang ke sekolah untuk menuntut ilmu. Ini menjadi sebuah ironi jika negara tak segera memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak," ujarnya.
Selain memperbaiki infrastruktur sekolah, Esti meminta pemerintah memberi perhatian lebih kepada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk wilayah yang terdampak bencana.
Ia juga mendorong pemerintah segera merealisasikan pendidikan gratis jenjang SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta, sesuai amanat putusan MK sebelumnya.
Menurutnya, negara juga harus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
"Negara memiliki kewajiban membuka akses yang lebih luas bagi anak dari keluarga tidak mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dan segera wujudkan SD-SMP gratis baik negeri maupun swasta yang juga merupakan keputusan MK sebelumnya," katanya.
Esti turut meminta pemerintah mengembalikan anggaran sejumlah program pendidikan yang sebelumnya mengalami pemangkasan, salah satunya anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Menurutnya, pemotongan anggaran berdampak pada terhentinya distribusi buku ke berbagai daerah, terutama wilayah 3T, sehingga menghambat peningkatan literasi masyarakat.
"Program andalan yang anggarannya diturunkan agar dikembalikan seperti semula. Misalnya anggaran Perpusnas untuk penyediaan buku-buku yang bisa didistribusikan ke perpustakaan-perpustakaan daerah, termasuk 3T harus mendapat porsi anggaran memadai," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Apresiasi Thailand Bantu Pulangkan Hampir 1.000 WNI Korban Online Scam
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









