TransJakarta Mau Berlayar ke Kepulauan Seribu, DPRD Jakarta Khawatir Tiket Rp3.500 Jadi Beban Subsidi

AKURAT.CO Rencana TransJakarta merambah layanan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu menuai pertanyaan dari DPRD Jakarta. Bukan soal tujuan memperluas layanan, melainkan ongkos yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta jika kapal TransJakarta kelak ikut disubsidi.
Anggota DPRD Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengatakan rencana tersebut membutuhkan kajian menyeluruh. Sebab selama ini, TransJakarta menjadi BUMD yang mendapat subsidi hampir Rp4 triliun setiap tahun. Dengan ekspansi ke wilayah laut, tentu berpotensi kembali menambah beban fiskal Jakarta.
"Bagaimana nanti ke depannya mereka harus membuat anak perusahaan lagi yang ekspansinya ke wilayah laut, ini perlu biaya lagi," kata Nova saat ditemui di Gedung DPRD Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Ada Demo BEM UI, Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute di Sudirman-Thamrin
Dia mempertanyakan kebutuhan penyertaan modal daerah (PMD), jumlah armada, biaya operasional, hingga skema subsidi yang akan diterapkan. Hal itu menjadi penting karena karakter transportasi laut berbeda dengan layanan bus TransJakarta yang selama ini dikelola.
Persoalan tarif menjadi salah satu perhatian. Dia khawatir masyarakat mengira perjalanan ke Kepulauan Seribu akan dikenai tarif seperti bus TransJakarta, yakni Rp3.500. Padahal, tarif kapal menuju Kepulauan Seribu dapat mencapai Rp40 ribu atau lebih.
"Jangan nanti persepsi masyarakat, tiba-tiba ini TransJakarta sama antara Rp3.500, sedangkan sekarang tiket untuk pelabuhan normalnya Rp40 ribuan ke atas," ujarnya.
Bagi Nova, tarif murah memang menjadi kabar baik bagi warga Kepulauan Seribu. Namun, Pemprov Jakarta perlu menjelaskan siapa yang akan menanggung selisih biaya tersebut. Apalagi ruang fiskal Jakarta saat ini sedang terbatas.
Lebih lanjut, DPRD Jakarta juga menyoroti kesiapan TransJakarta mengelola transportasi laut. Padahal, selama ini BUMD TransJakarta terbiasa mengoperasikan bus rapid transit maupun non-BRT.
Baca Juga: Transjakarta Kelola Transportasi Kepulauan Seribu Mulai 2027
Ketika masuk ke laut kebutuhan sumber daya manusia berubah. TransJakarta harus menyiapkan nahkoda, awal kapal, sistem keselamatan, hingga pengelolaan dermaga. "Terutama masalah keamanan. Ini kan laut, karena belum terbiasa," kata dia.
Dia juga mempertanyakan pengelolaan aset dan dermaga milik Pemerintah Provinsi Jakarta. Menurut dia, belum jelas apakah fasilitas tersebut nantinya dikelola TransJakarta atau Dinas Perhubungan Jakarta.
Di sisi lain, Nova mengingatkan Pemprov Jakarta agar tidak buru-buru membuat struktur baru sebelum memaksimalkan armada yang sudah tersedia. Dia menyebut Dinas Perhubungan memiliki sejumlah kapal, tetapi hanya sebagian yang beroperasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







