Efisiensi Anggaran Pengaruhi Mitigasi Karhutla, BNPB Harus Perkuat Program Pencegahan

AKURAT.CO Kebijakan efisiensi anggaran dinilai turut memengaruhi kemampuan pemerintah dalam melakukan mitigasi bencana, termasuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengatakan persoalan tersebut perlu menjadi perhatian karena anggaran penanggulangan bencana saat ini dinilai lebih banyak diarahkan untuk pemulihan setelah bencana terjadi.
"Efisiensi saya kira berpengaruh ya," kata Marwan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Kian Parah, Komisi VIII DPR Dorong Revisi UU Kebencanaan dan Penguatan BNPB
Dia menjelaskan, anggaran yang berada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagian besar diperuntukkan bagi kebutuhan pemulihan. Sementara itu, anggaran pemulihan tersebut berada di Kementerian Keuangan.
"Khusus penganggaran di BNPB itu sebagian besar diletakkan di pemulihan. Kalau pemulihan itu kan sudah terjadi, dan anggarannya bukan ada di BNPB tapi ada di Kemenkeu," ujarnya.
Dia menilai, pola tersebut perlu dievaluasi agar BNPB memiliki ruang anggaran yang cukup untuk menjalankan program mitigasi dan pencegahan bencana sebelum dampaknya meluas.
Menurutnya, pencegahan dapat dilakukan melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat secara langsung, seperti edukasi dan peningkatan kesadaran terhadap potensi bencana.
"Kalau pencegahan itu kan ya ada pencerahan, ada pendidikan, ada pelibatan masyarakat. Jadi program itu menurut kami lebih menyentuh terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat kita," tuturnya.
Marwan menegaskan, penanganan bencana tidak seharusnya baru dilakukan setelah masyarakat terdampak dan terpaksa mengungsi. Pemerintah harus memperkuat program pencegahan agar risiko bencana dapat ditekan sejak awal.
"Tidak tiba-tiba sekarang sudah mengungsi karena kebakaran," pungkas Marwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







