Isu Rusuh Agustus Jilid II Mencuat, Masyarakat Diminta Waspada dan Jangan Terprovokasi

AKURAT.CO Masyarakat diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyikapi isu potensi Rusuh Agustus Jilid II yang beredar di ruang publik.
Informasi yang belum terverifikasi dinilai berpotensi memicu kepanikan dan memperkeruh situasi.
Analis Politik dan Hukum, Boni Hargens, mengatakan, rumor dan kondisi nyata di lapangan dapat saling memengaruhi.
Narasi yang terus beredar dapat membentuk persepsi publik dan meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga berpotensi mendorong kepanikan jika tidak disikapi secara tepat.
"Rumors bisa meningkatkan peluang suatu agenda menjadi kenyataan dan preseden-preseden menuju kenyataan ancaman juga tentu saja melahirkan rumor dalam ruang publik. Keduanya saling memengaruhi," kata Boni kepada Akurat.co, Senin (24/8/2026).
Menurut Boni, isu potensi kerusuhan perlu dilihat berdasarkan berbagai faktor, termasuk dinamika sosial dan politik yang berkembang.
Ia menyebut kemungkinan keterlibatan sejumlah lapisan aktor, mulai dari kelompok terorganisir, masyarakat yang memiliki kekecewaan, hingga ekosistem media sosial yang dapat mempercepat penyebaran informasi.
Boni mengatakan masyarakat yang benar-benar kecewa terhadap kondisi tertentu dapat terdorong menyampaikan aspirasi secara langsung.
Di sisi lain, kelompok terorganisir dapat memanfaatkan momentum untuk mengonsolidasikan dukungan.
"Secara akademis, pola penyebaran isu semacam ini memungkinkan identifikasi dua lapisan aktor, yaitu aktor terorganisir dan massa spontan, kemudian ada amplifier digital yang mempercepat penyebaran narasi dan memobilisasi dukungan," ujarnya.
Karena itu, Boni meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi mengenai potensi kerusuhan yang belum terverifikasi.
Penyebaran rumor secara berulang, kata dia, dapat membentuk persepsi seolah-olah suatu peristiwa pasti terjadi.
Ia mengimbau masyarakat tetap menjalankan aktivitas secara normal sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang diterima.
"Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan yang rasional, bukan kepanikan, adalah respons yang paling tepat dari masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Tak Main-Main Soal Karhutla, Korporasi Terindikasi Bakar Lahan Bakal Dicabut Izinnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









