Akurat Logo

8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, DPR: Modusnya Lowongan Kerja dengan Gaji Besar

Putri Dinda Permata Sari | 1 September 2026, 16:18 WIB
8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, DPR: Modusnya Lowongan Kerja dengan Gaji Besar
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, angkat bicara mengenai dugaan perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara Rusia. - Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari

AKURAT.CO DPR RI menerima informasi mengenai dugaan perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara Rusia. Perekrutan dilakukan melalui negara pihak ketiga, dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai satuan pengamanan hingga tenaga administrasi.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari otoritas intelijen Indonesia. Para WNI yang direkrut awalnya tidak mengetahui bahwa mereka akan dikirim untuk menjadi tentara.

"Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco dalam konferensi pers, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Apa Peran Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Setelah Kemerdekaan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Dia menjelaskan, para WNI tersebut kemudian mendaftar melalui tawaran pekerjaan tersebut. Namun, setelah direkrut, mereka justru dikirim untuk menjadi tentara.

"Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat," ujar Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu.

Dasco menyebut, otoritas intelijen Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan langkah antisipasi dan koordinasi, dan mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina menyebut sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) direkrut untuk menjadi tentara Rusia. Informasi tersebut kini tengah ditelusuri oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Baca Juga: Tentara yang Lompat dari Kapal Induk USS Abraham Lincoln Malah Terancam Sanksi Disipliner

Informasi mengenai delapan WNI yang disebut bergabung dengan militer Rusia itu dipublikasikan Intelijen Ukraina, melalui situs resmi Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU). Mereka turut menampilkan dokumen identitas sejumlah WNI yang diduga telah direkrut menjadi tentara Rusia.

Intelijen Ukraina menyebut perekrutan dilakukan dengan menawarkan sejumlah keuntungan kepada calon rekrutan. Tawaran tersebut di antaranya berupa bayaran tinggi, pekerjaan yang disebut tidak berkaitan dengan tugas tempur, hingga percepatan proses memperoleh kewarganegaraan Rusia.

"Janji berupa bayaran tinggi, tugas non-tempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik minat orang-orang yang-sering kali-tidak mengetahui ke mana sebenarnya mereka akan dikirim," tulis Intelijen Ukraina dalam situs resminya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, dikutip dari Kompas, menyatakan, pemerintah masih melakukan verifikasi atas temuan Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina itu. Verifikasi dilakukan melalui perwakilan RI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Pemerintah akan memastikan lebih jauh informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.