Akurat Logo

Kegiatan Belajar Mengajar di Wilayah Terdampak Karhutla Tak Boleh Berhenti, Komisi X DPR Usul Ada PJJ

Ayu Rachmaningtyas | 2 September 2026, 22:12 WIB
Kegiatan Belajar Mengajar di Wilayah Terdampak Karhutla Tak Boleh Berhenti, Komisi X DPR Usul Ada PJJ
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani. - Dok. Fraksi PKB DPR RI

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendorong pemerintah daerah di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan.

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat menjadi salah satu mekanisme yang diterapkan jika kondisi tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka.

Pihaknya pun telah menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah provinsi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat yang terdampak karhutla.

Baca Juga: Komisi V DPR Dorong Revisi UU Kehutanan, Sanksi Pelaku Karhutla Bakal Diperberat

"Ya tentu kami juga sudah menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat yang terdampak Karhutla ini agar pertama pendidikan kita tidak terhenti. Apakah nanti mekanismenya melalui pembelajaran jarak jauh atau seperti apa, ya tentu sudah kami sampaikan," kata Lalu, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/9/2026).

Selain memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, pemerintah juga harus mengutamakan kesehatan siswa dan guru.

"Yang menjadi prioritas adalah kesehatan para peserta didik, siswa-siswi kita, maupun guru-guru kita yang ada di situ. Kesehatan menjadi faktor yang sangat penting sekali, di samping kita juga harus tetap memperhatikan dan menjamin proses belajar mengajar tidak terhenti oleh karena Karhutla tersebut," jelasnya.

Komisi X DPR telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk segera mengatasi kondisi karhutla, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan.

"Kemarin kami sudah membahas dengan Mendikdasmen, dan Mendikdasmen hari ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota mengambil langkah-langkah agar proses belajar mengajar tidak terhenti," ujar Lalu.

Baca Juga: Dari Pintu ke Pintu hingga Turun Padamkan Api, Satgas Edukasi Karhutla Polri Hadir di Pulang Pisau

Selain membahas dampak karhutla, Lalu juga menyampaikan perkembangan penanganan sekolah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menyebut sekitar 3.000 sekolah terdampak telah diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakannya.

"Update terakhir dengan sekitar 3.000 sekolah yang terdampak, diklasifikasi menjadi rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Kami menyampaikan agar yang rusak berat segera direvitalisasi dan dibangun kembali," jelasnya.

Lalu meminta sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang juga segera diperbaiki agar proses belajar mengajar tidak terganggu atau terhenti. Selain perbaikan sarana pendidikan, Lalu juga menyoroti kebutuhan trauma healing bagi siswa yang terdampak gempa.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.