Akurat Logo

Mahasiswa UB Pamerkan Rompi Pintar untuk Anak Autis di Hadapan Wapres Gibran

Ayu Rachmaningtyas | 3 September 2026, 22:37 WIB
Mahasiswa UB Pamerkan Rompi Pintar untuk Anak Autis di Hadapan Wapres Gibran
Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menerima audiensi perwakilan dosen dan mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menerima audiensi perwakilan dosen dan mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa Universitas Brawijaya memperkenalkan sejumlah inovasi di bidang kesehatan sekaligus berdiskusi mengenai pengembangan talenta mahasiswa.

Tiga inovasi yang diperkenalkan yakni ADAPT-V, Transaid, dan Vitalsense.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah ADAPT-V, rompi yang mengintegrasikan sensor detak jantung dan gerakan dengan teknologi machine learning dan Internet of Things (IoT).

Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi kondisi tantrum pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD).

Ketika sistem mendeteksi kondisi tersebut, rompi dirancang mengembang dan memberikan tekanan pada tubuh anak sehingga menimbulkan sensasi seperti pelukan. Rompi akan kembali ke bentuk semula ketika kondisi anak terdeteksi telah stabil.

Wapres mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa tersebut.

Ia mendorong agar karya mahasiswa tidak berhenti pada tahap penelitian atau publikasi, tetapi dapat dikembangkan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pesan dari Mas Wapres bahwa alat ini tidak saja berhenti sampai di sini. Tidak saja berhenti sampai dipublikasi, tapi harus berhenti sampai dihilirisasi, dan produk ini harus punya manfaat,” kata Kepala Pengembangan Talenta Mahasiswa Universitas Brawijaya, Abu Bakar Sambah.

Selain ADAPT-V, mahasiswa Universitas Brawijaya memperkenalkan Transaid yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pencitraan tiga dimensi.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu mendeteksi celah antara bahan tambalan dan gigi asli.

Sementara itu, Vitalsense merupakan perangkat pemantauan kesehatan secara non-invasif yang mengintegrasikan IoT dan machine learning.

Perangkat tersebut digunakan untuk melakukan screening terhadap enam parameter kesehatan, yakni suhu tubuh, tekanan darah, saturasi oksigen, kolesterol, glukosa, dan denyut nadi.

Tak hanya mendorong pengembangan inovasi, Wapres juga mengingatkan mahasiswa untuk terus mengasah potensi, minat, dan bakat di berbagai bidang.

“Arahan lainnya dari Mas Wapres adalah kembangkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya. Kembangkan potensi diri, kembangkan minat dan bakat. Entah itu bidangnya mau sainstek (sains dan teknologi), bidangnya ada di sosial humaniora, yang penting kembangkan potensi diri,” ujar Abu Bakar.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Hilirisasi 28 Komoditas, Investasi Capai USD618 Miliar

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.