Presiden Prabowo Undang Perusahaan Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Energi Indonesia

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengundang perusahaan-perusahaan Rusia untuk berinvestasi dan terlibat dalam pengembangan 138 blok eksplorasi energi yang telah dibuka pemerintah Indonesia.
"Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra-mitra Rusia bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi energi. Dan kami mengundang kelompok-kelompok Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka untuk terlibat di 138 blok tersebut," jelas Presiden Prabowo dalam Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Selain eksplorasi energi, Presiden Prabowo mengatakan, Indonesia tengah membahas kerja sama dengan sejumlah kelompok usaha Rusia untuk mengembangkan proyek bersama di sektor energi. Termasuk pembangunan kilang dan terminal penyimpanan.
"Saya kira kami mempertimbangkan semua prospek. Kami berdiskusi mengenai kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek bersama, seperti kilang dan terminal penyimpanan di bidang energi," ujarnya.
Menurut Presiden Prabowo, Indonesia saat ini memiliki banyak pasokan LNG, sehingga dalam sejumlah sektor tidak secara langsung membutuhkan pasokan gas dari Rusia.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Bisa Jadi Pintu Masuk Negara Uni Ekonomi Eurasia ke Pasar ASEAN
Meski demikian, Indonesia tetap membuka peluang pemanfaatan teknologi Rusia serta pengembangan proyek bersama.
Kerja sama kedua negara juga mencakup sektor produksi pupuk dan pengolahan pertambangan.
Presiden Prabowo menyebut telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk Indonesia dan salah satu kelompok usaha terbesar Rusia.
Kerja sama ditujukan untuk mengembangkan investasi bersama dalam proyek produksi pupuk berbasis gas di Timur Jauh Rusia.
"Jadi, proyek-proyek ini berjalan sangat baik dan sudah berkembang cukup jauh," katanya.
Baca Juga: Prabowo Harap Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia Digandakan Lewat I-EAEU FTA 2027
Di sektor pengolahan pertambangan, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Rusal, perusahaan aluminium asal Rusia.
Menurut Presiden Prabowo, Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok usaha Indonesia.
"Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia," ucapnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia masih membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan Rusia di berbagai sektor.
"Jadi, kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia," pungkasnya.
Baca Juga: Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









