Usai Bertemu Putin, Presiden Prabowo Dorong Pupuk Indonesia Investasi di Vladivostok

AKURAT.CO Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Vladivostok, Kamis (3/9/2026), menghasilkan sejumlah peluang kerja sama konkret antara Indonesia dan Rusia.
Salah satunya penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk mengembangkan pabrik pupuk urea di Vladivostok.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan, Pupuk Indonesia bersama pihak Rusia telah menandatangani joint study untuk mengkaji potensi investasi tersebut.
“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya di Vladivostok, Kamis (3/8/2026).
Rosan mengatakan, kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia yang terus membaik membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas investasi ke luar negeri.
Baca Juga: Presiden Prabowo Undang Perusahaan Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Energi Indonesia
Menurutnya, kerja sama dengan Rusia juga dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.
“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ungkapnya.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan penandatanganan nota kesepahaman studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia semakin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global.
Rahmad menilai posisi Vladivostok yang berada di kawasan Pasifik menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penjajakan investasi tersebut. Pasalnya, kawasan Pasifik selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.
“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Rahmad.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Bisa Jadi Pintu Masuk Negara Uni Ekonomi Eurasia ke Pasar ASEAN
Selain investasi di sektor pupuk, peluang kerja sama Indonesia-Rusia juga mencakup bidang perkapalan.
Rosan mengatakan Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah hasil perikanan secara langsung.
“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.
Rosan menyebut Presiden Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi kapal tersebut serta potensi pemanfaatannya bagi Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga melihat peluang yang lebih besar dalam perdagangan dan investasi melalui rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia.
Baca Juga: Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia
Menurut Rosan, kerja sama tersebut dapat semakin membuka ruang bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia-Rusia.
“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.
Pertemuan Prabowo dan Putin pun tidak hanya membahas penguatan hubungan politik kedua negara, tetapi turut diarahkan pada sejumlah kerja sama konkret di sektor industri, energi, pertanian, perkapalan, perdagangan, dan investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









