Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 209 Penerbangan Terdampak

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan resmi memperpanjang penutupan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan hasil pemeriksaan terbaru masih menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta. Penutupan bandara pun diperpanjang hingga Minggu (6/9/2026) pukul 09.30 WIB.
"Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB - 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26," kata Lukman dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Terjang Daratan Banten hingga Lampung, Warga Keluhkan Mata Perih
Pihak bandara memastikan seluruh pesawat yang sedang dalam kondisi Remain Over Night (RON) berada dalam keadaan aman. Total terdapat 170 pesawat yang disiagakan di area apron. Rinciannya, 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat di terminal kargo.
Sementara itu, berdasarkan NOTAM penutupan wilayah udara pada periode 01.30 hingga 09.30 WIB, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak. Jumlah penumpang yang terdampak selama periode penutupan mencapai 22.798 orang.
"Berdasarkan NOTAM penutupan wilayah udara periode 01.30 s.d. 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan rincian per terminal. Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang," jelasnya.
Untuk penerbangan domestik, rute Makassar (UPG) menjadi rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan pesawat. Sedangkan untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) menjadi yang paling banyak terdampak dengan total 11 pergerakan pesawat.
Penanganan penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali untuk sejumlah rute, yakni Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).
Baca Juga: Apa Itu Lava Fountain? Ini Arti dan Bahayanya Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi
Sementara pada penerbangan domestik tercatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak meliputi Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).
Lukman mengatakan, petugas bandara dan maskapai saat ini berfokus memastikan penumpang mendapatkan informasi terbaru dan pelayanan sesuai prosedur selama penutupan berlangsung.
"Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur," pungkas Lukman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








