Pemerintah Terus Memantau dan Bekerja di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

AKURAT.CO Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Erupsi dan sebaran abu vulkanik tidak hanya berdampak pada wilayah sekitar, tetapi juga mulai mengganggu kelancaran serta operasional penerbangan nasional.
Pada saat yang sama, sejumlah wilayah di Indonesia juga diintai potensi angin kencang serta hujan berskala sedang hingga lebat.
Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dinilai menuntut kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi dinamika alam yang berisiko memicu bencana.
Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Timothy Ivan Triyono, menegaskan pentingnya respons terukur dan terarah dari seluruh lapisan masyarakat di tengah situasi penuh risiko ini.
"Karena itu, ada tiga pesan penting yang perlu menjadi pegangan bersama: tetap tenang, tetap waspada, dan ikuti informasi resmi," ujar Timothy, melalui keterangannya, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Prabowo Instruksikan Jajaran Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
Terkait gangguan operasional moda transportasi udara akibat sebaran abu vulkanik, Timothy menjelaskan bahwa langkah penghentian maupun pembatasan penerbangan merupakan standar penanganan kebencanaan yang tidak bisa ditawar.
"Namun prinsipnya harus jelas: lebih baik perjalanan tertunda daripada keselamatan dipertaruhkan," katanya.
Bersamaan dengan itu, Timothy menyebut bahwa pemerintah terus memantau dan bekerja guna mengantisipasi dampak buruk dari erupsi Gunung Anak Krakatau maupun cuaca ekstrem. Dalam menghadapi situasi kebencanaan, kehadiran negara diwujudkan melalui kerja nyata.
"Pemerintah terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, menyampaikan peringatan dini, mengambil langkah-langkah keselamatan, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak tetap berjalan," tuturnya.
Berbagai unsur pemerintah, aparat, petugas kebencanaan, tenaga kesehatan, operator transportasi, pemerintah daerah hingga relawan juga bekerja sesuai tugas dan kewenangannya.
Baca Juga: Bukan Cuma Jakarta, Ini Daftar Daerah yang Terapkan PJJ Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Menurutnya, tidak seluruh proses tersebut selalu terlihat oleh masyarakat. Namun pemantauan, mitigasi, koordinasi, penyampaian informasi, serta penanganan di lapangan terus dilakukan mengikuti perkembangan situasi.
"Arah kerja pemerintah jelas, keselamatan masyarakat menjadi prioritas, informasi harus disampaikan secara cepat dan akurat, dan pelayanan kepada masyarakat terdampak harus tetap berjalan," ujar Timothy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






