Akurat Logo

Erupsi Anak Krakatau, Bakom RI Wanti-wanti Hoaks Picu Kepanikan

Moehamad Dheny Permana | 7 September 2026, 13:38 WIB
Erupsi Anak Krakatau, Bakom RI Wanti-wanti Hoaks Picu Kepanikan
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau.

AKURAT.CO Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat menyaring informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kecepatan penyebaran informasi tanpa verifikasi di era digital dinilai berpotensi memicu keresahan di tengah situasi kebencanaan.

Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Bakom RI, Timothy Ivan Triyono, menyoroti maraknya manipulasi konten yang beredar di media sosial ketika bencana terjadi.

Kondisi tersebut dapat membuat situasi di lapangan terlihat lebih mencekam dibandingkan keadaan sebenarnya.

"Foto lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian hari ini. Video dari wilayah lain dapat dikaitkan dengan lokasi berbeda. Potongan informasi tanpa konteks maupun judul yang berlebihan juga dapat membuat situasi terlihat berbeda dari kondisi sebenarnya," ujar Timothy melalui keterangannya, Senin (7/9/2026).

Menurut Timothy, penyebaran narasi maupun visual yang tidak benar dapat berdampak serius terhadap keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Informasi tanpa validasi tidak hanya berpotensi memicu kepanikan, tetapi juga dapat mengganggu penanganan darurat yang sedang berlangsung.

"Informasi yang tidak terverifikasi dalam situasi bencana dapat memperbesar kecemasan, mendorong masyarakat mengambil keputusan yang keliru, bahkan berpotensi mengganggu efektivitas penanganan," tegasnya.

Karena itu, masyarakat diimbau memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau maupun kondisi cuaca secara berkala melalui kanal resmi otoritas kebencanaan.

Sejumlah sumber yang dapat menjadi rujukan antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Badan Geologi, serta Bakom RI.

Timothy menegaskan keterbukaan informasi mengenai risiko bencana menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah melindungi masyarakat, baik secara fisik maupun psikologis.

Menurutnya, penyampaian informasi harus dilakukan secara terukur.

Baca Juga: Bencana Makin Sering, Mengapa Banyak Nasabah Tak Mau Bayar Premi Asuransi Tambahan?

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.