Erupsi Anak Krakatau, Bakom RI Wanti-wanti Hoaks Picu Kepanikan

AKURAT.CO Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat menyaring informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kecepatan penyebaran informasi tanpa verifikasi di era digital dinilai berpotensi memicu keresahan di tengah situasi kebencanaan.
Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Bakom RI, Timothy Ivan Triyono, menyoroti maraknya manipulasi konten yang beredar di media sosial ketika bencana terjadi.
Kondisi tersebut dapat membuat situasi di lapangan terlihat lebih mencekam dibandingkan keadaan sebenarnya.
"Foto lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian hari ini. Video dari wilayah lain dapat dikaitkan dengan lokasi berbeda. Potongan informasi tanpa konteks maupun judul yang berlebihan juga dapat membuat situasi terlihat berbeda dari kondisi sebenarnya," ujar Timothy melalui keterangannya, Senin (7/9/2026).
Menurut Timothy, penyebaran narasi maupun visual yang tidak benar dapat berdampak serius terhadap keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
Informasi tanpa validasi tidak hanya berpotensi memicu kepanikan, tetapi juga dapat mengganggu penanganan darurat yang sedang berlangsung.
"Informasi yang tidak terverifikasi dalam situasi bencana dapat memperbesar kecemasan, mendorong masyarakat mengambil keputusan yang keliru, bahkan berpotensi mengganggu efektivitas penanganan," tegasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau maupun kondisi cuaca secara berkala melalui kanal resmi otoritas kebencanaan.
Sejumlah sumber yang dapat menjadi rujukan antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Badan Geologi, serta Bakom RI.
Timothy menegaskan keterbukaan informasi mengenai risiko bencana menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah melindungi masyarakat, baik secara fisik maupun psikologis.
Menurutnya, penyampaian informasi harus dilakukan secara terukur.
Baca Juga: Bencana Makin Sering, Mengapa Banyak Nasabah Tak Mau Bayar Premi Asuransi Tambahan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







