Inflasi Tercatat 3,19 Persen, Mendagri Ingatkan Pemda Perhatikan Kenaikan Harga Pangan

AKURAT.CO Pemerintah daerah diminta memberikan perhatian terhadap komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga. Terutama di daerah, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan adanya tekanan harga.
Intervensi dapat dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pelaksanaan pasar murah.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi sektor makanan dan minuman. Dengan sejumlah komoditas penyumbang utama seperti daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, dan beras.
Dalam hal ini, inflasi Indonesia, secara year on year (YoY) pada Agustus 2026 terhadap Agustus 2025, tercatat sebesar 3,19 persen.
Sementara itu, secara month to month (MtM) pada Agustus 2026 terhadap Juli 2026, inflasi mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen.
"Yang perlu kita waspadai dan perlu kita intervensi, agar harga, terutama makanan-minuman di wilayah yang spesifik ada datanya di BPS. Agar di daerah-daerah tersebut kita berikan atensi, dukungan, termasuk misalnya beras SPHP, pasar murah, dan lain-lain. Kemudian, kita juga perlu waspadai potensi produksi yang bisa menurun karena adanya kemarau panjang, karhutla, dan lain-lain," jelas Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkai dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026, di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kemendagri, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Tito juga menjelaskan daerah dengan tingkat inflasi tertinggi, yakni Provinsi Maluku Utara dengan angka 5,28 persen.
Untuk tingkat kabupaten, Kabupaten Kapuas mencatat angka tertinggi, yakni sebesar 6,2 persen. Sedangkan tingkat kota ditempati Kota Ternate dengan angka 5,75 persen.
Tito turut memberikan apresiasi kepada daerah dengan tingkat inflasi yang dinilai terkendali. Yakni Provinsi Kalimantan Utara sebesar 2,17 persen, Kabupaten Morowali sebesar 1,22 persen, dan Kota Palopo sebesar 1,73 persen.
"Minggu lalu ini terbaik dari 98 kota yang ada, Kota Palopo," katanya.
Baca Juga: BGN Target Capai 72 Juta Penerima Manfaat di 2027, Siap Perkuat Standardisasi dan Keamanan Pangan
Tito menekankan pentingnya pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa.
Kenaikan harga pangan yang terlalu tinggi dapat membebani masyarakat. Sementara penurunan harga yang terlalu dalam juga dapat menyulitkan produsen, petani, nelayan, maupun pelaku industri dalam menutup biaya operasional.
"Nah, itu yang kita harus jaga stabilitasnya, harga pangan, barang dan jasa. Pangan yang paling utama, yang menyangkut masalah perut rakyat, daya beli masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menyoroti sejumlah komoditas yang perlu mendapatkan intervensi pemda, di antaranya beras, ayam ras, dan cabai.
Untuk beras, pemda diingatkan agar tidak terlambat melakukan intervensi karena dapat menyebabkan kenaikan harga cukup tinggi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali turun.
Sementara untuk ayam ras, perlu dicari formula agar fluktuasi harga tidak terlalu tajam, sehingga tidak merugikan produsen maupun konsumen.
Untuk komoditas cabai, diharapkan intervensi Kementerian Pertanian melalui penambahan jumlah kebun, serta sejumlah program subsidi dapat membantu menjaga stabilitas harga.
"Tentunya, kita berharap bahwa dalam beberapa bulan ke depan cabai ini tidak masuk lagi di dalam daftar yang naik-turun yang tajam," demikian Tomsi Tohir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







