Qodari: Presiden Prabowo Pastikan Persoalan dalam Negeri Tertangani Sebelum Kunjungan Kerja ke Rusia

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memastikan penanganan berbagai persoalan di dalam negeri berjalan dengan baik, sebelum menjalankan agenda kunjungan ke Rusia beberapa waktu lalu.
Langkah itu dilakukan di tengah sejumlah tantangan domestik, termasuk bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan, Presiden Prabowo memahami berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok, lapangan kerja hingga bencana alam.
"Karena itu, sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri sudah ditangani dengan baik," ujarnya, dalam keterangan Bakom RI, Selasa (8/9/2026).
Qodari mencontohkan sejumlah agenda Presiden Prabowo dalam memantau langsung penanganan bencana dan karhutla sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri.
Baca Juga: Perjuangkan Kepentingan Nasional, Qodari Beberkan Misi di Balik Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
Pada 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo terbang ke Kalimantan Barat. Di sana, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, jajaran pemerintah daerah, serta meninjau langsung penanganan karhutla untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi di lapangan.
Presiden Prabowo kemudian melanjutkan kunjungan ke Kalimantan Tengah untuk kembali mengecek sekaligus memimpin penanganan karhutla.
Dua hari kemudian, pada 24 Agustus 2026, Presiden berkunjung ke Riau dan Palembang untuk memimpin rapat serta memastikan penanganan karhutla berjalan.
Tak berhenti di sana, pada 26 Agustus 2026, Presiden Prabowo juga mendatangi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa. Sekaligus memastikan bantuan dan penanganan pascabencana berjalan dengan baik.
Menurut Qodari, rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa persoalan dalam negeri tetap menjadi perhatian Presiden Prabowo. Meski di saat yang sama pemerintah menjalankan diplomasi di tingkat internasional.
Baca Juga: Prabowo Bakal Cabut Izin Perusahaan yang Sengaja Bakar Hutan dan Lahan
"Pemerintah memahami bahwa publik kerap bertanya, apa manfaat langsung dari kunjungan luar negeri presiden ke Rusia beberapa hari lalu?" ujarnya.
Ia menilai wajar munculnya pertanyaan tersebut, mengingat kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia berlangsung ketika Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan domestik, termasuk gempa bumi di NTT serta karhutla di sejumlah provinsi.
Namun, Qodari menegaskan bahwa agenda luar negeri Presiden Prabowo juga diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan mencari peluang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
"Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia," katanya.
Sejahterakan Masyarakat Indonesia
Qodari menjelaskan, semakin banyak peluang ekonomi yang dibuka melalui diplomasi, semakin besar pula potensi investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, hingga ketahanan ekonomi Indonesia.
Hal itu tercermin dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia dan kehadirannya dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mengajak pelaku usaha global untuk berinvestasi dan menciptakan nilai tambah di Indonesia.
Presiden Prabowo juga mendorong Rusia untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral, apabila kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku.
Selain perdagangan dan investasi, Presiden Prabowo turut mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Rusia di bidang pangan dan energi.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi ketidakpastian global.
Menurut Qodari, penanganan persoalan dalam negeri dan diplomasi luar negeri bukan dua agenda yang saling bertentangan. Keduanya justru dijalankan secara bersamaan untuk mencapai tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Prabowo Akui Ada Keterlambatan Penanganan Karhutla, Siapkan Masterplan Antisipasi Potensi Bencana
"Oleh karena itu, bagi Indonesia, mengatasi tantangan di dalam negeri dan memperjuangkan kepentingan nasional melalui diplomasi bukanlah dua hal yang bertentangan," katanya.
"Keduanya merupakan tugas yang dijalankan secara bersamaan, saling melengkapi, dan bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia," lanjut Qodari.
Ia menambahkan, masyarakat Indonesia harus menjadi penerima manfaat utama dari setiap langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah.
Dengan demikian, kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia tidak hanya dipandang sebagai agenda hubungan luar negeri. Tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kepentingan nasional, membuka peluang ekonomi, serta membangun ketahanan Indonesia di tengah dinamika global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








