Akurat Logo

Indonesia Tetap Pegang Kendali 3 Helikopter Chinook Jepang untuk Pemadaman Karhutla

Ayu Rachmaningtyas | 8 September 2026, 19:35 WIB
Indonesia Tetap Pegang Kendali 3 Helikopter Chinook Jepang untuk Pemadaman Karhutla
Konferensi pers perkembangan harian penanganan bencana karhutla di Indonesia. - Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Pemerintah Jepang akan mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Bantuan tersebut akan dioperasikan bersama sekitar 180 personel Jepang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, menekankan tiga helikopter CH-47 Chinook bantuan dari Jepang hanya memperkuat dan tidak akan menggantikan kemampuan nasional dalam menyelesaikan permasalahan bencana karthula.

"Dan kami ingin menegaskan bahwa dukungan Jepang berfungsi memperkuat, bukan menggantikan kemampuan nasional Indonesia. Seluruh kemampuan nasional tetap dikerahkan," kata Tri dalam konferensi pers melalui daring, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook dan Ratusan Personel, Bantu Tangani Karhutla di Kalimantan

Bantuan tiga helikopter Jepang nantinya akan diintegrasikan dengan operasi penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Kementerian Pertahanan menyerahkan pengawasan operasional helikopter kepada TNI untuk menangani aspek security dan flight clearance, menempatkan safety officer pada setiap helikopter, serta mengoordinasikan misi penerbangan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"TNI bersama BNPB akan memastikan bantuan tersebut digunakan secara optimal sesuai kebutuhan penanganan karhutla di Kalimantan, sementara Kementerian Pertahanan memberikan dukungan terhadap kebutuhan logistik operasional bantuan Jepang," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia tetap memegang kendali dalam penanganan karhutla. Kehadiran aset dan personel Jepang hanya untuk mengoperasikan serta mendukung kemampuan yanh ada, sehingga pelaksanaannya tetap terintegrasi dengan mekanisme operasi Pemerintah Indonesia.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengatakan pengerahan personel merupakan perintah untuk segera melakukan tindakan sejak bencana terjadi. Pihaknya telah mengerahkan 80.026 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

"TNI sudah menyiagakan dan mengerahkan sejumlah 80.026 personel untuk menanggulangi maupun mengatasi dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang dikendalikan oleh Panglima daerah masing-masing," ujarnya.

Baca Juga: Puan Soroti Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit: Harus Diselidiki

Selain personel, TNI juga mengerahkan peralatan untuk mendukung penanganan karhutla, mulai dari perlengkapan perorangan, alat pemadam api ringan, alat pelindung diri masing-masing sampai dengan alat yang besar termasuk pengerahan pesawat udara sejumlah 24.083 unit.

TNI juga memperkuat personel di wilayah terdampak atas instruksi Presiden. Salah satunya dengan mengerahkan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan sebanyak 1.260 personel yang dialokasikan di daerah Jawa Timur dengan Jawa Barat, Kuningan, Banyuwangi maupun Mojokerto yang melaksanakan operasi perbantuan penanggulangan bencana di wilayah khususnya Kalimantan Barat.

TNI juga menyiagakan Tim Alfa untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat. Tim tersebut dapat diterjunkan menggunakan helikopter dengan metode fast rope.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.