Siswi Diduga Korban Keracunan MBG Alami Gagal Ginjal, DPR Minta Pemerintah Tanggung Biaya

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait diminta serius menangani korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami gangguan kesehatan lanjutan.
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyoroti kondisi seorang siswi yang sebelumnya diduga mengalami keracunan MBG dan kemudian dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius, termasuk gagal ginjal.
Menurut Saan, kondisi tersebut sudah berada pada tahap memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan medis secara cepat dan menyeluruh.
“Ya, tentu yang pertama kita minta dari BGN, bahkan instansi-instansi yang terkait untuk bisa menangani mereka secara serius dan sungguh-sungguh agar dampak dari keracunan MBG itu, anaknya bisa segera pulih kembali secara kesehatan dan juga yang lainnya,” kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Saan menegaskan pemerintah tidak boleh menganggap ringan kasus dugaan keracunan MBG, terlebih ketika korban mengalami gangguan kesehatan yang berpotensi berdampak panjang.
Ia menyebut korban juga dilaporkan mengalami kehilangan ingatan serta gangguan kesehatan serius lainnya.
“Jadi sekali lagi, kami meminta agar ditangani secara serius karena ini sudah pada level yang cukup memprihatinkan. Ini penting untuk segera ditangani,” ujarnya.
Saan mengatakan, kasus keracunan makanan pada umumnya dapat ditangani dengan cepat apabila dampaknya tidak menimbulkan risiko kesehatan yang berat.
Namun, menurutnya, kondisi korban dalam kasus ini berbeda karena telah mengalami gangguan kesehatan yang serius.
“Kalau ada keracunan-keracunan yang terjadi itu kan bisa ditangani dengan cepat karena tidak terlalu berisiko. Nah, kalau yang ini kan sudah berisiko karena kehilangan ingatan, masuk dalam penyakit-penyakit yang dampaknya sangat kronis,” kata dia.
Karena itu, Saan meminta pemerintah daerah bersama BGN bergerak lebih cepat untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang optimal.
“Nah, karena itu, baik pemerintah daerah, terutama juga dari BGN, memang untuk mengambil tindakan yang lebih cepat dan lebih serius lagi,” tuturnya.
Baca Juga: Lepas Kontingen Asian Games 2026, Presiden Prabowo: Tunjukkan Indonesia Tangguh!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










