Akurat Logo

Siswi Diduga Korban Keracunan MBG Alami Gagal Ginjal, DPR Minta Pemerintah Tanggung Biaya

Putri Dinda Permata Sari | 9 September 2026, 17:17 WIB
Siswi Diduga Korban Keracunan MBG Alami Gagal Ginjal, DPR Minta Pemerintah Tanggung Biaya
Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, menyoroti kondisi seorang siswi yang diduga mengalami keracunan MBG hingga kemudian dilaporkan mengalami penyakit lanjutan berupa gagal ginjal. (Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari)

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait diminta serius menangani korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami gangguan kesehatan lanjutan.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyoroti kondisi seorang siswi yang sebelumnya diduga mengalami keracunan MBG dan kemudian dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius, termasuk gagal ginjal.

Menurut Saan, kondisi tersebut sudah berada pada tahap memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan medis secara cepat dan menyeluruh.

“Ya, tentu yang pertama kita minta dari BGN, bahkan instansi-instansi yang terkait untuk bisa menangani mereka secara serius dan sungguh-sungguh agar dampak dari keracunan MBG itu, anaknya bisa segera pulih kembali secara kesehatan dan juga yang lainnya,” kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Saan menegaskan pemerintah tidak boleh menganggap ringan kasus dugaan keracunan MBG, terlebih ketika korban mengalami gangguan kesehatan yang berpotensi berdampak panjang.

Ia menyebut korban juga dilaporkan mengalami kehilangan ingatan serta gangguan kesehatan serius lainnya.

“Jadi sekali lagi, kami meminta agar ditangani secara serius karena ini sudah pada level yang cukup memprihatinkan. Ini penting untuk segera ditangani,” ujarnya.

Saan mengatakan, kasus keracunan makanan pada umumnya dapat ditangani dengan cepat apabila dampaknya tidak menimbulkan risiko kesehatan yang berat.

Namun, menurutnya, kondisi korban dalam kasus ini berbeda karena telah mengalami gangguan kesehatan yang serius.

“Kalau ada keracunan-keracunan yang terjadi itu kan bisa ditangani dengan cepat karena tidak terlalu berisiko. Nah, kalau yang ini kan sudah berisiko karena kehilangan ingatan, masuk dalam penyakit-penyakit yang dampaknya sangat kronis,” kata dia.

Karena itu, Saan meminta pemerintah daerah bersama BGN bergerak lebih cepat untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang optimal.

“Nah, karena itu, baik pemerintah daerah, terutama juga dari BGN, memang untuk mengambil tindakan yang lebih cepat dan lebih serius lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Lepas Kontingen Asian Games 2026, Presiden Prabowo: Tunjukkan Indonesia Tangguh!

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.