Gibran Ingatkan Penanganan Karhutla Harus Beriringan dengan Perlindungan Masyarakat

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan, yakni di Palangka Raya, Kalimantan Tengah; Banjarbaru, Kalimantan Selatan; dan Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Dia mengatakan, penanganan karhutla harus ditangani secara menyeluruh, dengan memastikan pemadaman berjalan efektif sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta satwa dan habitatnya.
Dia mengingatkan agar upaya pemadaman berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Baca Juga: Cegah Karhutla, PTPN IV PalmCo Tingkatkan Patroli di Sumatera-Kalimantan
Selain itu, kebutuhan warga terdampak, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan dukungan logistik, juga perlu dipastikan tetap terpenuhi selama kondisi karhutla berlangsung.
"Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air dan logistik," kata Gibran, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla perlu terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan termasuk penerapan berbagai inovasi yang dibutuhkan. Kendati demikian, setiap inovasi yang diterapkan harus dapat memberikan manfaat nyata, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan petugas.
"Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan. Inovasi harus kita lihat hasilnya di lapangan. Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas. Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur," tambahnya.
Satu pemanfaatan inovasi yang dilakuka, khususnya di Kalimantan Selatan, ialah formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk pemadaman kebakaran pada lahan gambut. Inovasi ini dikembangkan melalui kajian dan analisis laboratorium terhadap cairan pembentuk busa, yang kemudian direformulasi agar sesuai untuk pemadaman lahan gambut.
"Formulasi tersebut membantu air menembus lapisan gambut sekaligus membentuk busa di permukaan, sehingga pendinginan dan pemadaman bara di bawah permukaan lebih efektif serta penggunaan air lebih efisien. Dalam pengujian menggunakan drone thermal, suhu area gambut yang semula mencapai sekitar 130 derajat Celcius turun hingga sekitar 30 derajat Celcius dalam waktu kurang lebih satu menit setelah aplikasi," jelasnya.
Baca Juga: BMKG Perketat Pemantauan Titik Panas dan Pasok Data Cuaca untuk Satgas Karhutla
Saat meninjau Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Gibran juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan karena kondisi udara yang belum pulih. Namun pemerintah terus berusaha melakukan yang terbaik dalam penanganan sesuai arahan Presiden.
"Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden," ungkap Wapres.
Menutup arahannya, Gibran kembali mengingatkan agar penanganan terus berjalan efektif. Dia meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap kendala di lapangan memiliki tindak lanjut yang jelas dan terukur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









