Prabowo Siapkan SDM Profesional Lewat URI: Kita Harus Perbaiki Semua Institusi Kita

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengakui masih terdapat persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ketidaksinkronan kerja di berbagai institusi pemerintahan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah membentuk Universitas Republik Indonesia (URI), sebagai tempat menyiapkan calon pemimpin dan administrator negara berdasarkan kemampuan serta sistem merit.
Menurutnya, pembentukan URI, pembaruan LAN, serta rencana akademi bagi pejabat pemerintahan menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem dan menyiapkan SDM yang profesional.
Baca Juga: Prabowo: Giant Sea Wall Pantura Bakal Lindungi 50 Juta Warga dan 38 Persen PDB
Melalui langkah tersebut, pemerintah ingin memastikan institusi negara diisi oleh pejabat yang kompeten, dapat dievaluasi, dan mampu bekerja selaras untuk kepentingan masyarakat.
"Kita harus memperbaiki semua institusi kita. Kalau ada ketidaksinkronan antara lembaga dan ada gap yang Anda katakan, ya itu tantangan kita. Itu harus kita perbaiki," kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Kamis (17/9/2026).
Dia menegaskan, pemerintah harus menyiapkan langkah yang konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Perbaikan tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan struktur, tetapi juga harus menyentuh kualitas orang-orang yang bekerja di dalam institusi.
"Langkah apa untuk memperbaiki rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia," ujarnya.
URI dirancang memiliki sejumlah lembaga yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan. Salah satunya adalah Lembaga Administrasi Negara (LAN), yang rencananya diperbarui dan ditempatkan dalam ekosistem URI.
Tujuan awal pembentukan LAN sangat baik, yakni menyiapkan administrator negara yang kompeten. Namun dalam perkembangannya, lembaga tersebut dinilai cenderung menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan formal dalam perjalanan karier birokrasi.
"Dulu Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) juga sudah mau mengacu ke situ, jadi dibentuklah LAN. Tapi lama-lama LAN pun juga jadi formalitas. Itu hanya untuk karier. Nah, ini saya mau perbaiki dan ini sudah kita lakukan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








