Riset DBS Foundation: Populasi Indonesia Menuju Penuaan, Beban Finansial Generasi Produktif Makin Berat

AKURAT.CO Orang tua hidup lebih lama, tetapi jumlah anak dalam keluarga semakin sedikit. Di saat yang sama, generasi produktif harus menyiapkan biaya hidup, rumah, kesehatan, pendidikan anak, hingga masa pensiunnya sendiri. Perubahan tersebut membuat beban finansial generasi produktif berpotensi menjadi persoalan yang semakin penting ketika Indonesia memasuki era populasi menua.
DBS Foundation melalui riset “Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?” menunjukkan bahwa persoalan ageing society tidak berhenti pada bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia. Struktur keluarga, pola pekerjaan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga kesiapan finansial generasi produktif ikut menentukan seberapa besar tekanan yang muncul pada masa depan.
Secara sederhana, Indonesia disebut memasuki ageing society ketika 10% penduduknya telah berusia lebih dari 60 tahun. Pada 2025, proporsi lansia Indonesia telah mencapai 12% dan diproyeksikan menembus lebih dari 20% pada 2045, berdasarkan data BPS yang dikutip dalam riset tersebut.
Mengapa populasi Indonesia yang menua bisa meningkatkan beban finansial?
Populasi menua dapat meningkatkan tekanan finansial ketika jumlah lansia bertambah, sementara keluarga semakin kecil dan sebagian besar kebutuhan ekonomi lansia masih bergantung pada anggota keluarga yang bekerja. Kondisi tersebut menjadi lebih kompleks ketika kepemilikan tabungan atau dana pensiun masih rendah dan pekerjaan informal masih mendominasi pasar kerja.
Ada beberapa perubahan yang saling berkaitan:
Proporsi lansia terus meningkat.
Jumlah anggota keluarga cenderung mengecil.
Sebagian besar lansia masih bekerja.
Pekerjaan informal masih mendominasi.
Ketergantungan rumah tangga lansia terhadap anggota keluarga produktif masih tinggi.
Akses layanan keuangan sudah luas, tetapi kepemilikan dana pensiun masih terbatas.
Persoalannya kemudian bukan sekadar berapa banyak lansia yang akan tinggal di Indonesia pada 2045. Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa banyak masyarakat yang memasuki usia lanjut dengan sumber pendapatan dan perlindungan finansial yang memadai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





