TNI-Polri Harus Perkuat Mitigasi Tekan Kasus Pemambakan KKB di Papua

AKURAT.CO TNI dan Polri diminta memperkuat langkah mitigasi, untuk mengantisipasi kembali terjadinya penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurizal, menilai rangkaian penembakan yang menyasar masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan sopir, telah menimbulkan keresahan. Sehingga aparat perlu meningkatkan langkah antisipasi, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Dari kemarin Komisi I bersama Polri dan TNI yang menangani di kawasan, apalagi seperti Papua ini ya. Kita minta betul-betul melakukan satu mitigasi untuk antisipasi," kata Cucun kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Gubernur Melki Kutuk Keras Penembakan KKB Papua Tewaskan Dua Pemuda NTT
Dia menegaskan, penanganan situasi keamanan di Papua menjadi perhatian DPR. Cucun meminta TNI dan Polri yang bertugas di wilayah tersebut melakukan mitigasi secara serius untuk mencegah berulangnya aksi kekerasan.
Langkah antisipasi diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas, tanpa dihantui ancaman penembakan dari kelompok kriminal bersenjata.
"Jangan sampai ada pengulangan kejadian-kejadian seperti itu, ya seolah kita tidak punya daya defensif untuk pertahanan menghadapi kelompok-kelompok kriminal bersenjata itu," pungkasnya.
Sebelumnya, kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembak tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Jayawijaya, Papua Pegunungan, usai membawa bantuan untuk warga. Perbuatan pelaku mengakibatkan ketiga korban gugur.
Baca Juga: Kronologi 3 PNS Pemkab Jayawijaya Ditembak KKB Saat Antar Bantuan ke Warga
Penembakan terjadi di jalanan Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Ketiga korban merupakan ASN Dinas Pertanian Jayawijaya bernama Aprida Rapi' (49), Albinus Mehan (35), dan Wili Mbuik (24).
Korban dan rekannya dari Dinas Pertanian awalnya memberikan bantuan ternak anak babi, pengecekan lahan cetak sawah dan penyuluhan peternakan di Distrik Muliama. Sepulang dari kegiatan itu, rombongan diadang KKB.
Tak hanya itu, terbaru KKB yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama Darakma mengklaim telah menembak mati seorang sopir. Korban sebelumnya sempat dilaporkan disandera saat menjemput masyarakat di kawasan Habema, Distrik Ilekma, Kabupaten Jayawijaya, pada Selasa (15/9/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









