DPR-DPD RI Inisiasi Kaukus Perdamaian Dunia, Siap Lakukan Diplomasi Global

AKURAT.CO Puluhan anggota DPR dan DPD RI mendeklarasikan pembentukan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (World Peace Parliamentary Caucus/WPPC), sebagai respons atas meningkatnya konflik global.
Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menyebut kaukus ini merupakan gerakan moral sekaligus politik parlemen Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
"Kita sepakat membentuk Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia sebagai bentuk kepedulian dan gerakan moral, juga gerakan politik parlemen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia," ujar Doli dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Pasukan Perdamaian Lebanon Kembali Jadi Target Serangan, 3 Personel Indonesia Luka-luka
Dia menjelaskan, inisiatif ini telah dibahas bersama sekitar 30 anggota DPR dan DPD lintas fraksi dan latar belakang. Menurutnya, gerakan ini tidak terkait kepentingan politik tertentu, melainkan dilandasi semangat konstitusi Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian.
"Kita ini negara yang jelas dalam konstitusi, menolak penjajahan dan ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi," katanya.
Dia menilai, situasi global saat ini semakin mengkhawatirkan, mulai dari konflik Rusia-Ukraina, agresi Israel ke Palestina, hingga eskalasi terbaru di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Dampak konflik tersebut sudah dirasakan langsung oleh Indonesia, baik dari sisi ekonomi, energi, hingga korban jiwa prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
"Kita tidak boleh diam. Dampaknya sudah ke masyarakat kita, bahkan ada tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL," ujarnya.
Ke depan, kaukus ini akan diperluas menjadi gerakan institusional dengan melibatkan pimpinan DPR, DPD, dan MPR RI. Selain itu, para anggota juga berencana melakukan diplomasi langsung ke kedutaan negara-negara terkait konflik.
"Kami akan mendatangi kedutaan negara-negara yang terlibat, termasuk Amerika, Iran, dan negara-negara lain untuk mendorong perdamaian," tutup Doli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









