Polda Banten: Jasad di Pulau Enggano adalah Surakman, Kru Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang

AKURAT.CO Polda Banten memastikan jenazah tanpa identitas atau Mr X yang ditemukan di perairan Sawang Beko, Pulau Enggano, Bengkulu Utara, merupakan Surakman, anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda.
Kapolda Banten Irjen Pol, Hengki, mengatakan kepastian identitas tersebut diperoleh melalui pemeriksaan DNA oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri (Pusdokkes) Polri. Jenazah sebelumnya ditemukan di perairan Sawang Beko, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
"Kita mendapat informasi dari Bengkulu. Saya mendapat informasi dari Kapolda Bengkulu bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara ya, ditemukan seorang jenazah Mr. X," kata Hengki dalam konferensi persnya secara online, Rabu (22/9/2026).
Baca Juga: Tata Cara Shalat Ghaib untuk Para Jurnalis yang Hilang di Perairan Anak Krakatau
Polda Banten kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk memastikan identitas jenazah tersebut. Koordinasi dilakukan karena terdapat delapan anggota keluarga kapal Arupadhatu 1 yang masih hilang atau lost contact.
Jenazah kemudian diamankan dari Pulau Enggano dan dibawa menggunakan pesawat Cessna, menuju Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk proses pemeriksaan.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Banten mengirimkan data ante mortem dan sample DNA dari delapan keluarga yang hilang kepada tim DVI. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan data post mortem jenazah Mr X.
"Disepakati untuk dilakukan identifikasi serta pencocokan oleh tim DVI (Disaster Victim Identification), terkait data ante mortem dari 8 keluarga korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Baik meliputi data primer, yaitu dari sidik jari, gigi, dan DNA," ujarnya.
Baca Juga: Bentuk Solidaritas, KWP Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang
Jenazah Mr X tersebut ditemukan pada 12 September 2016 di perairan Sawang Beko, yang merupakan jenazah merupakan laki-laki tanpa identitas dengan ciri menggunakan celana pendek hitam, tinggi sekitar 163 sentimeter, dan usia sekitar 50 tahun.
"Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik BM/06/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayan," jelasnya.
Hengki menyebut, Yayan merupakan putra kandung Surakman dan berada di posko keluarga korban kapal Arupadhatu 1. Hasil pemeriksaan DNA dilakukan untuk memastikan identitas jenazah, mengingat kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk dikenali secara visual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









