Kuliah Gratis Butuh Rp110 Triliun, Mau Diambil dari Anggaran MBG?

AKURAT.CO Pendidikan tinggi gratis membutuhkan anggaran sekitar Rp110 triliun jika pemerintah ingin menanggung biaya bagi sekitar 10 juta mahasiswa.
Pengamat pendidikan, Darmaningtyas, membandingkannya dengan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp235 triliun.
Ia pun mempertanyakan bagaimana pemerintah menentukan prioritas penggunaan anggaran pendidikan.
Apabila sebagian anggaran yang kini digunakan untuk MBG dapat dialihkan ke sektor pendidikan, maka pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk memperluas pembiayaan pendidikan hingga perguruan tinggi.
"Kalau pemerintah mau menggratiskan pendidikan di perguruan tinggi, itu memerlukan anggaran Rp110 triliun. Bayangkan, sekarang anggaran pendidikan yang dipakai untuk MBG itu Rp235 triliun," katanya, dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Pendidikan Gratis sebagai Upaya Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Nasional" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Arahan Prabowo: Sekolah Negeri dan Kuliah di PTN Bakal Bebas Biaya
Menurut Darmaningtyas, secara hitungan sederhana, pengalihan Rp110 triliun dari anggaran yang disebut digunakan Program MBG akan memberi ruang untuk membiayai pendidikan tinggi.
Namun, keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah mengenai prioritas penggunaan anggaran.
"Kalau dana MBG itu dipotong Rp110 triliun, dialihkan untuk menggratiskan pendidikan tinggi bisa. Pertanyaannya, bisa atau tidak bisa. Itu masalahnya tergantung mau atau tidak mau," katanya.
Darmaningtyas tidak hanya mempersoalkan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri. Sebab, pemerintah juga menanggung kebutuhan besar untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen, serta memperbaiki bangunan sekolah yang rusak.
Persoalan tersebut perlu dilihat dari cara pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







