Qodari Bantah Isu Pejabat Bakom Kelola Anggaran Iklan Media Rp60 Miliar

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, membantah informasi yang menyebut seorang pejabat di lingkungan Badan Komunikasi mengelola anggaran iklan media hingga Rp60 miliar.
Dia mengatakan, angka tersebut tidak sesuai dengan informasi anggaran yang dimiliki Bakom. Belanja media merupakan anggaran lembaga yang prosesnya mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan, bukan keputusan pribadi seorang pejabat.
"Terkait informasi bahwa seorang pejabat mengelola anggaran iklan media Rp60 miliar, angka tersebut tidak sesuai dengan informasi anggaran yang kami miliki. Belanja media merupakan belanja lembaga yang mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan, bukan keputusan pribadi seorang pejabat," kata Qodari, di kantornya Rabu (30/9/2026).
Baca Juga: Kepala Bakom Yakin Suahasil Mampu Jaga Ekonomi RI Tetap Tumbuh dan Stabil
Dia menegaskan, seluruh belanja lembaga harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip tersebut, menjadi nilai yang terus ditekankan kepada jajaran Bakom.
"Setiap belanja lembaga harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Itu nilai wajib yang selalu saya sampaikan setiap saat kepada jajaran di Bakom," ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Bakom melibatkan pihak Sekretariat Bakom dan Kelompok Kerja Sekretariat Negara. Pelibatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan dan dilakukan secara prudent.
Selain itu, Bakom juga berkonsultasi dengan sejumlah lembaga eksternal dalam proses pengadaan, antara lain Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan Agung.
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Bakom RI: Kita Berdoa agar Segera Ditemukan
Imbauan Gaya Hidup Sederhana
Di sisi lain, Qodari menekankan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto agar para pejabat pemerintah menjalani kehidupan sederhana, dan tetap peka terhadap kondisi masyarakat berlaku bagi seluruh jajaran pemerintah tanpa terkecuali.
"Kami memahami perhatian publik terhadap Bakom. Arahan Presiden agar pejabat hidup sederhana dan peka terhadap keadaan masyarakat berlaku bagi seluruh jajaran pemerintah tanpa kecuali. Itu pula standar yang saya tekankan kepada setiap pejabat di lembaga ini," kata Qodari.
Menurut dia, perhatian publik terhadap gaya hidup pejabat dan pengelolaan anggaran merupakan hal yang perlu dihargai. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui pelaksanaan tugas yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami menghargai perhatian publik dan pertanyaan dari rekan-rekan media. Menjaga kepercayaan masyarakat adalah tanggung jawab kami dalam menjalankan tugas," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






