Calon Mitra MBG Wajib Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan calon mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan institusi tersebut.
Modus yang ditemukan berupa tawaran mempercepat proses verifikasi, validasi, hingga pembukaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan imbalan sejumlah uang.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan sejumlah oknum diduga mendatangi calon mitra dengan mengaku sebagai pihak yang mewakili BGN.
Mereka bahkan disebut membawa dokumen yang diklaim sebagai nota dinas verifikasi dan validasi SPPG.
Tysa menegaskan, calon mitra tidak boleh langsung mempercayai pihak yang mengaku sebagai perwakilan BGN, terlebih jika meminta pembayaran untuk mempercepat proses operasional SPPG.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Badan Gizi Nasional. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran identitas pihak yang menghubungi serta informasi yang disampaikan,” kata Tysa, dikutip Senin (12/10/2026).
Dia meminta masyarakat melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, baik melalui pesan pribadi, media sosial, maupun saluran komunikasi lainnya.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila informasi tersebut disertai permintaan uang atau tindakan tertentu.
Menurut Tysa, verifikasi penting dilakukan untuk mencegah calon mitra mengalami kerugian sekaligus mengantisipasi penyalahgunaan nama BGN oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengingatkan bahwa penggunaan nama institusi pemerintah untuk memperoleh keuntungan pribadi dapat berujung pada konsekuensi hukum.
Terlebih, jika pencatutan tersebut disertai permintaan uang dengan menggunakan dokumen atau keterangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memenuhi permintaan tersebut secara terburu-buru dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi BGN,” ujar Khairul.
Khairul juga meminta masyarakat yang menemukan dugaan penipuan untuk mengamankan berbagai bukti. Bukti tersebut antara lain rekam komunikasi, identitas pihak yang menghubungi, serta dokumen yang digunakan.
Dokumentasi tersebut dapat menjadi bahan pendukung dalam proses pelaporan dan penelusuran dugaan penyalahgunaan nama BGN sesuai ketentuan hukum.
Calon mitra juga diminta tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pengakuan seseorang sebagai pejabat atau perwakilan BGN. Dokumen yang diklaim sebagai nota dinas pun perlu dipastikan keasliannya melalui saluran resmi.
Baca Juga: Titik Api Karhutla Melonjak Jadi 793: Tak Cuma di Kalimantan, Merauke Juga Dilanda Kebakaran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










