Soal Rencana Pemakzulan Jokowi, Puan: Apa Urgensinya?

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk dimakzulkan oleh sejumlah tokoh yang tergabung dalam Petisi 100, pada 9 Januari 2024 lalu.
Mulanya, Puan mengatakan, pemakzulan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena memang harus benar-benar terbukti kuat melanggar hukum atau bukti lainnya.
“Untuk melaksanakan hal tersebut kan harus terbukti bahwa kemudian melakukan pelanggaran hukum dan lain sebagainya,” ucap Puan kepada wartawan seusai rapat paripurna, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/1/2024).
Menurutnya, yang namanya aspirasi dari masyarakat sah-sah saja untuk disuarakan, kendati demikian, Puan mempertanyakan apa urgensi dari rencana pemakzulan tersebut.
“Dan aspirasi itu boleh saja diberikan atau disampaikan. Namun apa urgensinya? Namun namanya aspirasi tetap harus kami terima,” pungkas Puan.
Adapun sebelumnya diberitakan, isu pemakzulan kembali mencuat setelah sejumlah tokoh yang menamakan Petisi 100 mendatangi Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, pada Selasa, 9 Januari 2024 lalu. Mereka meminta Mahfud memakzulkan Jokowi.
Baca Juga: Bertemu Anthony Joshua di London, Francis Ngannou Menyebut Dirinya 'Raja Bawah Tanah'
Terbaru, Mahfud MD mengatakan, ada 22 orang yang mendatangi dirinya. Mereka di antaranya yaitu Faizal Assegaf, Marwan Batubara, dan tokoh purnawirawan TNI, Suharto.
Selain perihal pemakzulan, kedatangan mereka juga untuk melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









