Putus Akibat Banjir Bandang, Polri Siap Perbaiki Jalan Nasional Penghubung Padang-Bukittinggi

AKURAT.CO Banjir bandang lahar dingin yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat, mengakibatkan jalan nasional yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi terputus.
Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Chaniago mengatakan, Polri bersama dengan stakeholder terkait berupaya melakukan penanggulangan dari dampak yang ditimbulkan oleh banjir tersebut.
"Kita bersama instansi terkait sedang melakukan perbaikan secepatnya, karena ini jalan vital yang mengakibatkan kesulitan warga untuk beraktivitas," kata Erdi dalam keterangannya, Selasa (14/5/2024).
Karena perbaikan ini, masyarakat yang ingin bepergian dari Padang menuju Bukittinggi atau sebaliknya, disarankan menggunakan jalur alternatif.
"Bisa lewat Malalak, namun di sana juga terjadi longsor, sedang diupayakan untuk bisa dilewati," ucapnya.
Baca Juga: Kasus Korupsi Proyek GI Kiliranjao-Payakumbuh, Manager UPK 3 Bukittinggi Diperiksa Kejagung
Selain melewati Malalak, dirinya juga menyarankan masyarakat untuk melewati jalur alternatif lainnya, yakni jalur Sitinjau, Solok, dan Singkarak.
Kemudian, Polri juga mengirimkan tim bantuan kesehatan dari Biddokes Polda Sumbar untuk memberikan bantuan medis kepada korban yang berada di Bukittinggi, Tanah Datar, dan Padang Panjang.
"Polda Sumbar membuka posko untuk melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan, agar para korban mendapatkan perawatan dan memulihkan kondisi kesehatan mereka," tuturnya.
Diketahui, sebanyak 44 orang meninggal dunia dan 15 lainnya masih dalam pencarian akibat banjir bandang lahar dingin yang melanda wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) malam.
"Per pukul 13.00 WIB, korban meninggal dunia 44 jiwa. Dengan rincian di Kabupaten Agam 19 orang meninggal dunia, Kabupaten Tanah Datar 14 orang meninggal dunia, padang panjang dua korban, Kota Padang satu, Padang Pariaman delapan orang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (13/5/2024).
Baca Juga: Kasus Korupsi Proyek GI Kiliranjao-Payakumbuh, Manager UPK 3 Bukittinggi Diperiksa Kejagung
Selain korban jiwa, terdapat 71 rumah hilang akibat diterjang banjir bandang dan 125 rumah mengalami rusak sedang.
"Sebanyak 71 rumah yang tersapu bersih, 125 rumah rusak sedang dan 32 rumah rusak ringan. Ini termasuk bencana hidrometrologi dengan korban jiwa paling banyak," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




