Sohibul Iman Terbukti Enggak Bisa Mendongkrak Elektabilitas Anies Baswedan

AKURAT.CO Peluang Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Mohamad Sohibul Iman, mendampingi Anies Baswedan sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta semakin tipis.
Sebabnya, elektabilitas Sohibul Iman tidak memberikan efek elektoral bagi Gubernur Jakarta periode 2017-2022 tersebut.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, saat Anies Baswedan dipasangkan dengan Sandiaga Uno, maka memperoleh elektabilitas 44 persen.
Baca Juga: Polisi Ungkap Fakta Baru Sindikat Pencurian dan Mutilasi Bajaj di Kebon Jeruk
Jika Anies dipasangkan dengan Ahmad Sahroni meraup 43,3 persen. Sedangkan dengan Sohibul Iman hanya 43,1 persen.
Mengacu dari beberapa simulasi tersebut membuktikan bahwa tanpa Sohibul Iman, Anies masih mampu meraih elektabilitas di angka 40 persen.
Penyebab Sohibul Iman tidak mampu mengangkat elektabilitas Anies karena ceruk pemilihnya hanya berkutat di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja.
"Sohibul bergabung dengan Anies ternyata survei belum cukup memberi bukti empirik bahwa Sohibul bisa menambah elektoral buat Mas Anies," katanya, dikutip Jumat (26/7/2024).
Baca Juga: Bawaslu Identifikasi Kejadian Khusus Coklit di Wilayah Terdampak Bencana Alam
Survei Indikator yang dirilis Kamis (25/7/2024) mencatat peluang keterpilihan tiga nama kandidat bakal calon gubernur DKI Jakarta yang dilakukan pada 18-26 Juni 2024.
Simulasi tiga nama itu diikuti Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ridwan Kamil.
Hasilnya, Anies Baswedan menempati posisi pertama dengan raihan 43,8 persen, kemudian ditempel Ahok dengan perolehan 32,1 persen dan di urutan ketiga Ridwan Kamil yang memperoleh 18,9 persen.
Sisanya sebanyak 5,3 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.
Baca Juga: Cak Imin Respons Rencana PBNU Bentuk Pansus Kembalikan PKB ke NU
"Seperti ini polanya. Jadi Anies memang unggul cukup signifikan dibanding dua nama yang lain. Tapi yang menarik keunggulan Anies ini tidak mencapai 50 persen," jelas Burhanuddin.
Survei Indikator digelar dengan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 800 orang.
Responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka.
Tingkat kesalahan atau margin of error hasil survei sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








