Presiden Minta Kemenhaj Tambah Kuota Petugas Haji dari Unsur TNI-Polri

AKURAT.CO Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap rencana pemerintah untuk menambah kuota petugas haji dari unsur TNI dan Polri. Dia mengatakan, rencana penambahan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Ya, kan memang dari TNI-Polri setiap tahun ada. Artinya, disebut dengan Linjam (perlindungan jemaah), petugas keamanan. Itu dari TNI-Polri seperti juga perintah Presiden, kita akan tambah," ujar Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, keberadaan petugas haji dari elemen TNI-Polri sangat membantu dalam mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus perlindungan bagi jemaah di lapangan.
Baca Juga: Ini Perkiraan Gaji Petugas Haji Indonesia 2026, Siap Daftar?
"Supaya kemudian mereka bisa bertugas lebih baik, karena lebih prima biasanya petugas dari TNI dan Polri. Dan kita akan putuskan tambah petugas dari TNI dan Polri," ucapnya.
Namun, belum ada kepastian berapa presentasi kuota petugas haji TNI-Polri yang akan ditambah. Hal tersebut akan ditentukan dalam pembahasan lebih lanjut.
"Persentasenya nanti kita lihat. Karena secara khusus belum kita bahas. Yang jelas bertambah, gitu," ungkapnya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka proses seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk tingkat daerah. Rekrutmen ini mencakup petugas kloter serta petugas yang akan ditempatkan di Arab Saudi pada musim haji 1447 H atau 2026 M.
Baca Juga: Kapan Pengumuman Hasil Administrasi Petugas Haji 2026? Berikut Jadwal Kementerian Haji
Pembukaan seleksi ini menandai dimulainya rangkaian persiapan penyelenggaraan haji tahun depan. Kementerian menegaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara bertahap dan transparan, untuk memastikan kualitas layanan jamaah di seluruh titik pelayanan, mulai dari daerah hingga Tanah Suci.
Tahapan seleksi diawali dengan pendaftaran daring yang dibuka serentak secara nasional. Setelah itu, peserta akan mengikuti verifikasi berkas, tes kompetensi dasar, dan uji kemampuan teknis sesuai bidang tugas masing-masing.
Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap wawancara dan penilaian integritas. Seluruh tahapan berlangsung berjenjang melalui kantor kementerian wilayah sebelum penetapan final di tingkat pusat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





