AKURAT.CO Salah satu alasan motor matic menjadi tipe kendaraan yang banyak diminati karena kemudahaan yang ditawarkan. Di mana pengguna tidak perlu repot memindah gigi transmisi secara manual berkat adanya teknologi Continuously Variable Transmission (CVT).
Meski begitu, daya tahan motor matic dinilai tidak sekuat motor manual, sehingga motor ini seringkali mudah rusak. Bahkan, ada beberapa kerusakan motor matic yanh paling umum terjadi.
Melansir dari laman MyPertamina, berikut penyakit yang biasa muncul pada motor matic yang perlu diketahui.
1. Tarikan Gas Terasa Berat
Perlu diketahui, nyaris sekitar 80 persen performa motor matic tergantung dari tarikan gas yang dihasilkan. Biasanya, tarikan yang terasa berat ini diakibatkan oleh filter udara yang kotor karena partikel kotoran dan juga debu. Padahal, komponen satu ini berperan sebagai penyaring udara di ruang bakar.
Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya mudah. Kamu hanya perlu memeriksa kondisi saringan udara secara berkala. Terutama ketika tarikan gas motor terasa begitu berat saat digunakan.
Motor matic dibekali filter udara tipe basah, sehingga tidak bisa dibersihkan begitu saja, tetapi harus diganti. Filter udara jenis basah sebenarnya memiliki keunggulan lebih tahan lama dibanding filter udara kering yang wajib dibersihkan secara rutin.
2. Mesin Mati Secara Mendadak
Mesin yang mati secara mendadak juga sering menimpa pemilik motor matic. Hal ini biasanya disebabkan setelan klep terlalu rapat. Pasalnya, celah yang terlalu rapat, membuat mesin akan lebih cepat panas. Akibatnya, akselerasi akan menurun dan membuat motor matic mati mendadak. Saat masalah tersebut terjadi, kamu harus segera membawanya ke bengkel untuk ditangani.
3. Mesin Terlalu Panas
Mesin motor yang terlalu panas bisa jadi penyebab kerusakan motor matic, bahkan bisa membuat mogok dan tidak menyala. Biasanya, masalah ini diakibatkan oleh sirkulasi oli yang tersumbat sehingga membuat ring piston kering. Akibatnya, mesin motor tersebut bisa mati secara mendadak.
Suhu panas tersebut berasal dari sistem pembakaran ataupun gesekan yang terjadi di area liner boring dan piston. Sayangnya, pelumas tidak mampu meredam panas tersebut sehingga liner boring mengalami kemacetan dan piston pun memuai. Maka dari itu, disarankan mengganti pelumas mesin untuk melumasi piston yang bermasalah atau tersumbat.
4. Cakram Rem Berkurang
Salah satu komponen yang penting pada motor matic adalah rem. Saat sering menggunakan motor matic untuk melewati turunan dan tanjakan yang sudah pasti membutuhkan kinerja rem secara mumpuni. Jadi, jangan heran jika cakram rem motor matic terasa berkurang.
Beberapa ciri kanvas rem yang tidak lagi cakram adalah tangkai rem yang keras sehingga pengereman kurang pakem, meski tuas ditarik keras-keras. Solusi terbaik untuk masalah tersebut adalah mengganti kanvas rem supaya lebih cakram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









