Tekan Stunting, GPFI Gandeng BKKBN Dan Pemkot Solo Edukasi Ke 1.000 Masyarakat

AKURAT.CO - Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solo dan BKKBN, menyelenggarakan Kegiatan Edukasi Pencegahan Stunting di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Anak pada Kamis, 7 September 2023 di Graha Saba Buana Kota Solo.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pra-event Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GPFI Tahun 2023 dengan tema “Transformasi & Sinergi Pelaku Usaha Farmasi Untuk Masyarakat Indonesia yang Sehat, Produktif, Mandiri dan Berkeadilan”.
Sekretaris Jenderal GPFI, Andreas Bayu Aji mengatakan acara Edukasi Pencegahan Stunting di 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak menjadi forum komunikasi, informasi, dan edukasi yang diselenggarakan oleh Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia dan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dengan dukungan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Acara yang dihadiri 1.000 peserta ibu hamil menyusui dan bidan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang stunting dan upaya pencegahannya kepada masyarakat, terutama kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan para bidan yang memiliki peran kunci dalam menjaga kesehatan anak-anak sejak awal kehidupan mereka.
"Kegiatan kepedulian GPFI cegah stunting ini bukan hanya kita lakukan hari ini saja, tapi sudah kita mulai dari tahun 2022 lalu dengan memberikan vitamin dan suplemen untuk anak di daerah terluar Indonesia seperti di Puncak Jaya, Papua, dilanjut dengan kegiatan di Pulau Buru, Maluku dan Larantuka, Flores Timur, NTT," ujar Andreas dikutip Kamis (7/9/2023).
Wakil Walikota Solo, Siti Wahyuningsih menambahkan GPFI bersama BKKBN-RI dan Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia. Pihaknya percaya bahwa melalui edukasi dan kolaborasi yang kuat dapat menciptakan masa depan yang lebih sehat dan cerah bagi anak-anak Indonesia. "
Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak kita. Acara ini adalah bukti konkret dari upaya kita bersama dalam melindungi generasi masa depan kita dari stunting. Kami berterima kasih atas dukungan dari GPFI dan BKKBN-RI dalam melaksanakan acara ini. hari ini adalah bukti nyata bahwa ketika Pemerintah, Sektor Swasta, dan Masyarakat saling bergandengan tangan, kita dapat mencapai hasil yang luar biasa dalam pencegahan stunting,” imbuh Siti.
Tambahan informasi, meskipun angka stunting di Indonesia terus menurun setiap tahunnya, namun berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia masih mencapai 21,6% pada 2022, dimana angka ini masih berada di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan prevalensi stunting di bawah 20%. Sehingga, percepatan penurunan stunting pada balita menjadi salah satu program prioritas Pemerintah.
Dengan target penurunan prevalensi stunting hingga 14% pada tahun 2024, Pemerintah secara terbuka mengundang seluruh pihak untuk mendukung hal ini salah satunya pada masa seribu hari pertama kehidupan. Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) anak adalah waktu paling kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.
Masa 1000 HPK terdiri atas 270 hari selama kehamilan ibu dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan anak. Pola makan gizi seimbang menjadi kunci dan harus diterapkan mulai dari masa kehamilan, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









